BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu diketuai, I Made Sukanada SH MH dengan anggota Dede Halim SH MH dan Felix Da Lopes SH MH menjatuhkan putusan (vonis) bebas terhadap terdakwa mantan Bupati Buol, Amran Batalipu, Senin (20/6/2016).

Hanya saja, Ketua Majelis Hakim, I Made Sukanada ‘dissenting opinion’ atau berbeda pendapat.

Sementara terdakwa lainnya, Mansyur Mangge dinyatakan bersalah, serta divonis pidana penjara satu tahun empat bulan, serta denda Rp50 juta subsidair dua bulan kurungan.

Selain itu, ia juga dihukum membayar uang pengganti Rp480 juta, paling lama satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Apabila terdakwa tidak mampu membayar maka harta bendanya disita untuk dilelang, ketentuan jika hasil lelang tidak cukup menutupi uang pengganti, diganti pidana penjara 10 bulan.

Putusan Mansyur Mangge tersebut, I Made Sukanada juga ‘dissenting opinion’.

Keduanya merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi APBD Buol tahun 2010 yang dikelola DPPKAD Buol melalui sistem panjar kas.

“Terdakwa Mansyur Mangge terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor: 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP, dakwaan subsidair,” tegas majelis hakim.

Sementara dalam amar putusan terdakwa Amran Batalipu, menyatakan ia tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan primair Pasal 2 Ayat (1) maupun subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor: 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor: 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Dipulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabat,” tandas majelis hakim.

Dalam amar putusan terdakwa Amran Batalipu, inti pertimbangannya bertanggung jawab hingga keluar panjar kas yang merugikan keuangan Negara Rp2.378.359.300, yakni Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Buol, Agussalim Batalipu; Kuasa Bendahara Umum Daerah Buol, Nur Aida dan Mansyur Mangge.

“Terhadap putusan ini terdakwa memiliki hak menempuh upaya hukum diatasnya dalam tenggat waktu yang diatur undang-undang. Demikian JPU,” tutup Made.

‘DISSENTING OPINION’

Amran Batalipu divonis bebas, sedangkan Mansyur Mangge dinyatakan bersalah. FOTO: ANGKY/MS
Amran Batalipu divonis bebas, sedangkan Mansyur Mangge dinyatakan bersalah. FOTO: ANGKY/MS

‘Dissenting opinion’ Ketua Majelis Hakim, I Made Sukanada terkait vonis terdakwa Amran Batalipu, karena menilai temuan BPK sebesar Rp2.378.359.300 menunjukan perbuatan terdakwa memenuhi unsur Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor: 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor: 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sebab sebagai kepala daerah terdakwa seharus berupaya melakukan tindakan mencegah terjadi kerugian keuangan negara, bukan melakukan tindakan setelah terjadi perbuatan (kerugian negara). Apalagi kejadian tersebut (panjar kas) sudah pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Olehnya, kata Made, patut dan adil jika terdakwa Amran Batalipu dijatuhi pidana penjara lima tahun, denda Rp200 juta sybsidair tiga bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp300 juta sunsidairenam bulan penjara.

Sementara untuk terdakwa Mansyur Mangge, ketua majelis ‘Dissenting opinion’ berkaitan pasal terbukti, karena menilai perbuatannya memenuhi unsur Pasal 2 Ayat (1). Mengingat temuan BPK ia menyebabkan kerugian negara Rp480 juta, yakni panjar sekira Rp1,3 miliar tapi telah dikembalikan sekira Rp800 juta lebih.

Sehingga harus dipidana penjara lima tahun, denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp480 juta subsidair enam bulan penjara.

KASASI VONIS AMRAN

Terkait vonis Amran Batalipu, JPU telah mengisyaratkan akan menempuh upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung. Hanya saja, saat ini masih memanfaatkan waktu pikir-pikir. “Kan masih ada waktu 14 hari,” singkat JPU, Ariati SH pada wartawan usai sidang. AGK

Komentar

komentar