BESUSU BARAT, MERCUSUAR– Puluhan masa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pejuang Demokrasi Kota Palu kembali berunjukrasa menuntut dicabutnya Perppu Ormas, Senin (21/8/2017) di Patung Kuda, Kelurahan Besusu Barat. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya dan masih tuntutan yang sama.

 

Andika selaku koordinator aksi mengemukakan, bahwa akan terus melakukan aksi sampi  Perppu Ormas dicabut, karena menurutnya itu dijadikan alasan subjektif pemerintah untuk membubarkan organisasi yang dituduh separatis.

“ kami akan terus melakukan aksi, sampai tuntutan kami pencabutan Perppu Ormas dipenuhi,” ujarnya.

 

Sementara, Abdi  menilai bahwa Perppu Ormas yang disahkan presiden Jokowi pada 10 juli 2017 lalu merupakan suatu ancaman yang serius bagi iklim demokrasi di Indonesia. Karena dengan itu, pemerintah dapat memukul dan membubarkan gerakan mahasiswa yang terhimpun dalam organisasi yang mana hal itu merupakan wadah berekspresi dan berjuang bagi  kepentikan rakyat secara keseluruhan.

 

Abdi menyatakan tuntutan mereka didasari atas tindakan represi dari pemerintah kepada organisasi-organisasi  dengan alasan membahayakan NKRI, karena itu sangan kontradiktif dengan sistim demokrasi di negara ini, karena dapat mereduksi gerakan rakyat.

 

“Bisa saja gerakan-gerakan seperti buruh dan petani  akan direpresi  dengan alasan stabilitas negara. Dan bisa saja tidak hanya HTI yang dibubarkan, tapi organisasi mahasiswa lain yang dengan alasan subjektif dianggap separatis” tambahnya. RAHMAT/MG

Harian Mercusuar

View all posts