PALU, MERCUSUAR – Peserta program Kuliah Kernya Nyata (KKN) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu yang ditempatkan di dalam Kampus I Jalan Diponegoro Palu, kembali melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Masyarakat tampak begitu antusias mengikuti kegiatan ini, mengingat selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, warga juga akan menerima penyuluhan tentang kesehatan, baik oleh peserta KKN dari Fakultas Kesehatan maupun dari dosen pendamping.

Presiden BEM Fakultas Kedokteran Unisa Palu, Aprias Hambali, saat dihubungi menuturkan jika program tersebut bagian dari program ekstra KKN, sekaligus membantu merealisasikan program dari Kementerian Kesehatan RI.

Germas  bertujuan  untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Sebab saat ini, Indonesia tengah mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut transisi epidemiologi, yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM), seperti stroke, jantung, diabetes dan lain-lain.

Dampak meningkatnya kejadian PTM itu, adalah meningkatnya pembiayaan pelayanan kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah, menurunnya produktivitas masyarakat, menurunnya daya saing negara yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat itu sendiri.

Olehnya itu, sebagai masyarakat akademis, yang kebetulan memahami masalah-masalah kesehatan, telah menjadi sebuah kewajiban untuk memberikan pemahaman  mengedukasi masyarakat, agar dapat menghindari sejumlah hal yang dapat beresiko pada kesehatannya.

Dengan harapan, setelah mereka memahami hal-hal tersebut, sehingga pola hidup masyarakat bisa berubah, dan pada akhirnya derajat dan kualitas hidup mereka meningkat.

“Kalau sudah sehat, jarang sakit-sakitan, bisa bekerja dengan maksimal, harapan terakhir tentunya adalah kesejahtaraan mereka meningkat, karena sudah bisa bekerja dengan baik,” harap Aprias. TMG/SR

Harian Mercusuar

View all posts