PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola pertama kalinya memimpin upacara setelah dilantik di Istana Negara, pekan lalu.Ia memimpin upacara 17-an dirangkaikan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman kantor gubernur, Senin (20/6).

Di hadapan peserta upacara gabungan semua SKPD, Longki mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat Sulawesi Tengah yang telah memberikan amanah bersama Sudarto untuk memimpin Sulteng periode kedua.

Longki juga menyinggung, selama proses pemilihan gubernur yang lalu, ia selalu melarang keras bagi pegawai negeri sipil (PNS) untuk ikut terlibat dalam politik praktis. Tetapi ternyata, ada PNS yang tidak mengindahkan larangan itu.

“Saya minta maaf, PNS yang terlibat dalam politik praktis bila nanti menerima hukuman. Saya akan menerapkan aturan yang ada dengan setegas-tegasnya,” kata Longki disambut tepukan tangan peserta upacara.

Menurutnya, dalam proses pemilihan gubernur yang lalu, sebagai gubernur, ia selalu melarang PNS untuk ikut terlibat dalam politik praktis. “Saya sebagai gubernur selalu melarang itu,” katanya.

Sebelumnya Longki menyebutkan, ia menerima laporan adanya beberapa PNS yang ikut terlibat dalam proses pemilihan gubernur lalu. Bahkan, beberapa orang telah dilaporkan ke Bawaslu saat itu.

“Ada pejabat yang meminta izin keluar kota menggunakan kendaraan dinasnya. Tetapi, ternyata ia ditemukan ikut dalam kampanye salah satu calon,” kata sumber di kantor gubernur.

Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu, pejabat itu sudah jarang masuk kantor. Karenanya, mobil dinas yang digunakannya sudah ditarik. Apakah termasuk pejabat itu yang bakal mendapatkan sanksi?

Masih dalam sambutan lepasnya, Longki mengajak semua PNS agar bekerja lebih keras untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia tidak mau lagi mendengar ada PNS yang nongkrong di warung kopi di saat jam-jam kerja.

“Saya ini juga suka minum kopi tetapi pada saat bukan jam kerja. Saya tahu itu siapa-siapa yang nongkrong di warung kopi saat jam kerja,” katanya.

Menurutnya, PNS yang nongkrong di warkop saat jam kerja, biasanya menghabiskan waktu sambil membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat. Malahan, bisa menjadi provokator ketika membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Saya tahu itu siapa-siapa orangnya,” kata Longki.

Ia mengingatkan, pemerintah tahun depan rencananya akan merasionalisasi jumlah PNS. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 1 juta PNS. Rencana ini menurutnya, harus menjadi perhatian bagi PNS yang ada di Sulteng.

“Mari kita bekerja lebih keras lagi, kita tunjukkan kinerja dan prestasi yang lebih baik agar nanti kita tidak termasuk PNS yang akan dirasionalisasi,” kata Longki.

Menurutnya, pemerintah sangat serius untuk merasionalisasi jumlah PNS. Nantinya akan dites bagaimana kinerjanya. Bila tidak dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik, dapat dipensiunkan secara dini.

Itulah sebabnya, Longki kembali mengingatkan agar PNS yang ada di Sulteng benar-benar bekerja dengan baik, menunjukkan prestasinya, bekerja dengan cerdas untuk membangun Sulawesi Tengah lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Maaf, kita harus bekerja lebih baik. Bila tidak, masih bermalas-malasan, boleh jadi Anda akan termasuk yang dirasionalisasi nanti. Makanya saya ingatkan lagi, marilah kita bekerja lebih keras agar PNS di Sulteng tidak termasuk yang dipensiunkan secara dini,” katanya.

“Apakah kalian siap untuk bekerja lebih baik lagi? Teriak Longki yang secara serempak dijawab peserta upacara siaaaapppp…..MAN

Tasman Banto

View all posts