TANAMODINDI, MERCUSUAR- ntuk mengejar Target Ruang UTerbuka Hijau (RTH) di Kota Palu yang harus memiliki RTH sebesar 30 persen, maka DKP akan membongkar semua lokasi pekuburan yang berupa tanah wakaf dan akan dijadikan lapangan Rumput hijau.

Kepala Bidang Pertamanan Dan Pemakaman Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Palu Tatang S Firman mengutarakan bahwa permasalahan di kota Palu saat ini yakni bagaimana mewujudkan RTH sebesar 30 persen, sehingga dari sejumlah program yang dilaksanakan untuk mengejar target itu salah satunya yakni menjadikan kuburan sebagai RTH.

“Untuk membangun taman atau kalau kita mau beli lahan ditengah kota itu pasti mahal, olehnya dengan mengamati kebijakan dalam perda RTH nomor 4 tahun 2015 itu maka disitu jelas menegaskan bahwasanya pemakaman adalah RTH, maka berdasarkan itu saya berpikir bagaimana kalau pemakaman itulah yang dikelola secara benar untuk menajadikannya RTH,”kata Tatang S Firman,Rabu (23/11/2016).

Kata Tatang bahwa kebijakan itu akan dikuatkan dengan peraturan walikota (Perwali) tentang hal tersebut, namun sebelum dimulai nanti tentunya akan dilakukan sosialaisasi kepada masyarakat terlebih dahulu.

“Jadi dalam Perwali itu menegaskan bahwasanya semua makam makam yang sifatnya tanah wakaf itu semua sudah harus menggunakan Pola RTH,” ujarnya.

DKP Palu saat ini tengah menunggu turunnya Perwali itu dari bagian hukum pemerintahan provinsi, “Setelah itu kita menunggu saja setelah proses nya untuk kita akan langsung action,” tandas Tatang.

Menurutnya adalah bentuk respon atas keinginan Walikota Palu yang diimplementasikan dari visi misi nya didalam perwali itu juga menerangkan tentang model dan besaran ukuran batu nisan yang akan digunakan pada makam.

Jadi lanjut Tatang bahwa semua makam yang telah dipagar atau dibangun memakai kontruksi keramik dan lainya itu akan dibongkar dan setelah semua rata kemudian akan di tanami rumput hijau.

“jadi makam makam itu tidak lagi kelihatan seram dan ditakuti melainkan akan di tata menjadi taman yang indah sehingga bisa pula menjadi tempat warga untuk bersantai,” bebernya.

Tatang melanjutkan, kuburan yang tidak masuk kategori RTH atau kuburan yang telah dibangun instruksi bangunan yang tentunya tidak memiliki resapan tanah yang cukup untuk menjadi RTH atau kuburan itu terletak pada tanah yang keras sehingga hal itu tidak masuk dalam kategori RTH.

“Kondisi seperti itu harus dirubah, seperti apa yang telah kami terapkan di kelurahan Besusu Barat, kuburan yang ada telah dirubah dengan membongkar semua pagar pagar dan pekerjaan keramik yang ada dikuburan itu kemudian menanaminya dengan rumput hijau,” urainya. ABS

Harian Mercusuar

View all posts