TOLITOLI, MERCUSUAR – Sejumlah lingkungan rumah ibadah dan lembaga pendidikan Islam di Tolitoli mulai ditanami pohon pelindung. Penanaman tersebut dilakukan sebagai wujud untuk mendukung penghijauan dan pelestarian lingkungan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Gunung Dako, Kabupaten Tolitoli, Carnoto S.Hut.T,MM mengatakan, pepohonan yang ditanam, baik di tempat-tempat ibadah, pesantren hingga di sejumlah instansi di Tolitoli, merupakan kegiatan  penghijauan dan melestarikan lingkungan.

“Menanam kayu di lingkungan Masjid, pesantren bahkan kantor kecamatan itu, dilaksanakan setiap Jumat. Pohon yang ditanam tersebut atas permintaan masyarakat,” ujar Carnoto, belum lama ini.

Ratusan pohon yang sudah ditanam tidak hanya dibiarkan, namun juga dilakukan pemantauan secara terus-menerus, untuk memastikan apakah program penanaman yang dilakukan itu terpelihara atau tidak.

Program kegiatan Jumat Menanam yang dipilih kata Carnoto, adalah penanaman pohon yang bertujuan selain penghijauan melestarikan lingkungan, juga termasuk upaya menjaga daerah resapan air

”Pohon yang ditanam bersama TNI merupakan aksi nyata dalam menjaga lingkungan, yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tekan Carnoto.

Menurutnya, setiap pohon yang ditanam memiliki berbagai manfaat, di antaranya pohon Mahoni, Glodokan, Ketapang Kencana dan Rambutan. Empat jenis tanaman itu termasuk tanaman yang memiliki kemampuan untuk menjadi filter udara dan mengurangi polusi hingga 69 persen, serta memiliki kemampuan mengikat air yang baik.

“Kegiatan Jumat Menanam yang dilakukan ini, diakui masih dalam skala yang terbatas, tetapi kami percaya, upaya sekecil apapun bagi pelestarian lingkungan, patut untuk dilakukan, mengingat lingkungan saat ini telah mengalami perubahan dan kerusakan yang memerlukan perhatian kita semua,” katanya.

Dia berharap, kerjasama dengan pihak TNI Kodim 1305 BT dalam kegiatan menjaga kelestarian lingkungan, menjadi upaya yang terus ditingkatkan untuk anak cucu nantinya, sehingga mereka masih dapat menerima warisan lingkungan yang memungkinkan mereka untuk hidup layak, aman, damai dan sejahtera. LAN

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan