BANGGAI RAYA– Hery Ludong menjadi kandidat bupati terkaya dalam Pilkada Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) 2017. Kandidat yang diusung koalisi PDIP-Partai Gerindra ini memiliki kekayaan sebanyak Rp5,8 miliar lebih.

Berdasarkan data resmi KPU Kabupaten Bangkep yang diterima Banggai Raya, Selasa (6/12/2016), dari empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Bangkep, Hery Ludong mencatatkan diri sebagai calon bupati terkaya. Sementara Adjumain Lumbon yang menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan Hery Ludong, menjadi kandidat dengan harta kekayaaan paling sedikit (termiskin).

Data yang dirilis KPU Bangkep menyebutkan, Hery Ludong memiliki harta kekayaan sebesar Rp5.830.550.000, sedangkan Adjumain Lumbon memiliki harta kekayaan Rp321.755.640. Data yang terbitkan KPU Bangkep itu merupakan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Pengumuman kekayaan itu sesuai surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Nomor B-9043/12/11/2016 tertanggal 7 November 2016.

Sementara, kandidat bupati yang paling diunggulkan, Irianto Malingong mencatatkan diri sebagai kandidat bupati pemilik harta terkaya kedua. Irianto Malingong memiliki kekayaan sebesar Rp4.060.092.136. Pendamping Irianto Malingong, Hesmon Firatoni VL Pandili memiliki kekayaan sebesar Rp1.082.000.000.

Harta kekayaan calon bupati Zainal Mus sebesar Rp1.519.794.393. Calon wakil bupati pasangan Zainal Mus, yakni Rais Adam sebesar Rp1.196.000.000.

Pasangan terakhir adalah Delmard Siako. Calon bupati yang menggunakan jalur perseorangan untuk berebut menjadi orang nomor satu di kabupaten penghasil ikan itu tercatat memiliki harta kekayaan Rp547.750.000. Calon wakil bupati paket pasangan Delmard Siako, yakni Nadjib Bangunan justru memiliki harta kekayaan melebihi sang calon bupati, sebesar Rp1.766.199.000.

Harta kekayaan Hery Ludong dilaporkan tanggal 3 Oktober 2016. Adjumain Lumbon melaporkan harta kekayaan tanggal 29 September 2016. Irianto Malingong bersama calon wakilnya Hesmon Pandili melaporkan hartanya per tanggal 21 September 2016.

Selanjutnya, Zainal Mus melaporkan hartanya tanggal 20 September 2016. Rais Adam, mantan Kapolres Tojo Una Una itu melaporkan hartanya tanggal 22 Juli 2016. Berikutnya adalah Delmard Siako.

Calon bupati yang juga mantan anggota DPRD Bangkep asal Partai Golkar ini melaporkan hartanya tanggal 30 Agustus 2016. Pendamping Delmard Siako, Nadjib Bangunan melaporkan hartanya tanggal 27 Agustus 2016.

KPU Bangkep secara resmi merilis jumlah kepemilikan harta benda baik bergerak maupun tidak bergerak itu tertuang dalam surat Nomor 337/KPU-Bangkep-024/XII/2016 Tentang LHKPN Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangkep Tahun 2017 tertanggal 5 Desember 2016.

Laporan tersebut memiliki makna tersendiri dan merupakan representasi dari kejujuran dan integritas seorang calon kepala daerah. Semakin jujur seseorang melaporkan harta kekayaannya, maka akan semakin dipercaya.

Sebagian publik tentu tahu siapa yang melapor kekayaannya mendekati kejujuran, dan siapa pula yang membuat laporan sekadar formalitas. Yang jelas, membuat laporan formalitas itu sama dengan mempertontonkan ketidakjujuran.

Dalam konteks pilkada di era keterbukaan informasi publik ini, wajib bagi para kandidat untuk berlaku jujur dan berintegritas dalam melapor harta kekayaannya.

Jika laporan harta kekayaan saja seorang calon pemimpin tidak berani jujur, apalagi yang bisa diharapkan publik dari sang calon? TOP

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos