BANGGAI, MERCUSUAR – Evaluasi anggaran di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilakukan Bagian Administrasi Pembangunan, dinilai belum mencerminkan evaluasi yang sesunggunya. Bahkan dianggap belum maksimal.

Sekretrasi Kabupaten (Sekkab) Banggai, Syahrial Labelo mengakui masih lemahnya evaluasi kegiatan yang dilakukan selama ini. Kondisi itu tidak hanya terjadi saat evaluasi anggaran dan kegiatan di tahun 2016, melainkan saat evaluasi yang sama dilakukan kurun beberapa tahun terakhir.

“Dalam pengendalian evaluasi program kegiatan dan realisasi anggaran belum maksimal dalam beberapa tahun terakhir. Ada dalam setahun tiga kali, bahkan pada tahun 2016 ini evaluasi hanya dilakukan dua kali saja,” Kata Syahrial Labelo saat membuka kegiatan bimbingan teknik Penginputan Format Kendali Tim Evaluasi dan Pengawasan Realiasi Anggaran (Tepra) yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulteng bekerjasama dengan Pemda Banggai di aula Kantor Bappeda, Kamis (24/11/2016).

Syahrial Labelo menjelaskan, dalam pengalaman pelaksanaan evaluasi anggaran dan kegiatan yang berjalan setiap tahun, apa yang ditampilkan sifatnya tidak mencerminkan keadaan yang sesungguhnya dari program kegiatan yang dilaksanakan masing-masing SKPD di lingkup Pemda Banggai.

Penyebabnya, menurut Syahrial Labelo, karena laporan evaluasi dilakukan sifatnya dalam bentuk rekap, sehingga tidak memperlihatkan realisasi kegiatan secara konkret. Seperti saat evaluasi beberapa waktu lalu, terdapat sejumlah SKPD yang masuk zona merah yang kita tidak ketahui apa penyebab SKPD tersebut masuk zona.

“Mungkin karena fisik atau non fisik, itu kesulitan kita. Sehingga kita kesulitan melihat kegiatan-kegiatan yang menunjukkan tren progres yang baik atau kegiatan yang progresnya tidak bagus,” tutur Syahrial Labelo.

Karena kondisi itulah, pimpinan dalam hal ini bupati dan wakil bupati tidak bisa melihat laporan dari SKPD secara rinci, ditambah dengan ada SKPD yang tidak melaporkan realisasi kegiatan yang dilaksanakan.

“Sehingga ada kegiatan yang tidak diketahui oleh pimpinan, nanti diketahui saat anggaran sudah selesai baru muncul permasalahan,” ujar Syahrial Labelo.

TIM EVALUASI

Guna menjawab permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pelaporan kegiatan dan anggaran, Syahrial Labelo menyarankan ada Tim Evaluasi Pengawasan Realisasi Anggaran (Tepra).

“Paling tidak semua pimpinan termasuk bupati dan pimpinan SKPD bisa mengetahui secara rinci pengendalian kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD, termasuk realisasi dan kegiatan yang bermasalah,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan Sistem Tepra akan membantu pimpinan SKPD untuk mengetahui secara detail semua kegiatan yang ada di SKPD terutama yang sifatnya kontraktual.

 “Pimpinan SKPD sudah pasti tidak akan mengetahui dengan sekian banyak kegiatan yang ada di masing-masing SKPD. Namun dengan sistem Tepra ini, akan membantu para pimpinan SKPD melihat secara transparan semua progres kegiatan apakah sudah persiapan kontark, atau sudah penandatanganan kontrak, sampai pada realsasi kegiatan,” ujarnya.

Dengan sistem Tepra ini akan menghindari penyimpangan-penyimpangan  yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan kegiatan.

Menurut Syahrial Labelo, kalau sistem ini berjalan bagus, kedepan tidak ada lagi pimpinan SKPD yang komplen saat Bagian Administrasi Pembangunan melaporkan hasil realisasi. Komplen dari pimpinan SKPD sering terjadi saat evaluasi anggaran, karena memang data yang sering berbeda.

“Tapi dengan Tepra ini akan tergambar semua secara ril kegiatan di masing-masing SKPD. Itu maknanya bahwa Tepra ini akan berguna baik itu kepada PPK, TPK, pimpinan SKPD dan juga Bupati dan Wakil Bupati dalam melihat semua pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Provinsi Sulteng Saiful Anwar Hasibuan, mengatakan dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Sulteng, tinggal tiga kabupaten yang belum dilakukan pendampingan Tepra yaitu Kabupaten Banggai, Morowali dan Sigi.

“Namun dengan sudah dilakukannya bimtek ini maka tinggal dua kabupaten yang belum dilakukan pendampingan yakni Morowali dan Sigi,” katanya.

Bimtek Tepra di Kabupaten Banggai ini berlangsung selama dua hari dengan peserta seluruh operator yang ada di masing-masing instansi sekaligus operator yang ada di kecamatan. ZAI

Harian Mercusuar

View all posts