PARMOUT, MERCUSUAR – Tidak menjalankan tugas kurang lebih empat bulan sebagai Ketua DPRD Parigi Moutong (Parmout), akhirnya posisi Santo digantikan oleh I Ketut Mahardika, salah seorang kader Partai Gerindra lainnya.

Informasi terkait pergantian posisi Santo sebagai Ketua DPRD Parmout, diperoleh Mercusuar dari pelaksana tugas (Plt) Ketua Harian DPC Gerindra Parmout, Khalil Khan, saat ditemui, Sabtu (10/2/2018).

Dikatakannya, pergantian posisi jabatan Ketua DPRD Parmout, sudah melalui proses yang cukup panjang, setelah pihaknya mengusulkan sejumlah nama kepada DPD. Namun surat resmi pergantian Ketua DPRD Parmout dari DPD Gerindra Sulteng, baru keluar, setelah hampir dua bulan menunggu.

Hal itu berdasarkan surat yang sudah diterima DPC Gerindra Parmout, yang sudah menetapkan satu nama untuk menjadi ketua DPRD Parmout, dan surat tersebut sudah masuk ke DPRD Parmout.

Bahkan penunjukan I Ketut Mahardika sebagai Ketua DPRD Parmout untuk mengantikan posisi Santo, juga sudah melalui proses pertimbangan yang cukup panjang, karena tentunya kata dia, Gerindra akan memilih kadernya yang lebih pantas duduk sebagai Ketua DPRD.

Karena tentunya kata Khalil Khan, semua itu berhubungan dengan persoalan kebijakan dan keputusan partai.

“Olehnya itu, penunjukan I Ketut Mahardika, saya rasa sudah tepat, karena sebelumnya juga Ketut Mahardika pernah menjabat sebagai unsur pimpinan DPRD Parmout,” jelasnya.

Sedangkan digantikanya posisi Santo, karena menurutnya saat ini, yang bersangkutan dalam kondisi sakit, berdasarkan surat keterangan dari dokter dan membutuhkan perawatan yang khusus. Sehingga yang bersangkutan bisa dikatakan berhalangan tetap, sehingga tidak bisa menjalankan tugasnya.

“Olehnya itu Partai Gerindra mengambil sikap,” jelasnya.

Karena jabatan Ketua DPRD Parmout itu kata dia, merupakan posisi strategi dalam hal keputusan, yang tidak mungkin bisa diwakili oleh anggota lainnya, sehingga posisi Santo menjadi anggota DPRD biasa.

Ditanyakan apakah partai akan melakukan keputusan PAW, apa bila Santo tidak bisa menjalankan tugas hingga dua bulan kedepan, Khalil mengaku hal itu bisa saja terjadi, karena berdasarkan aturan. TIA

 

Harian Mercusuar

View all posts