MERCUSUAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palu, menginisiasi terbentuknya organisasi penyandang disabilitas untuk kepentingan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Organisasi ini bernama Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD) Sulteng.

Komisioner Devisi SDM dan Pendidikan Masyarakat KPU Palu, Halima kepada media ini mengatakan, pembentukan PPUAD merupakan inisiatif dari beberapa penyandang disabilitas yang tergabung di Yayasan Penyandang Disabilitas Sulteng.

“Mereka berkonsultasi ke KPU Palu untuk membentuk organisasi ini, namun kami sarankan agar berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi. Alhamdulilah, organisasi ini bisa terbentuk dan pengurusnya telah dilantik,” ujar Halima saat ditemui usai pelantikan pengurus PPUAD di Pogombo Kantor Gubernur, Senin (20/11/2017).

Dengan terbentuknya PPUAD ini, Halima berharap hak – hak penyandang disabilitas untuk menyalurkan suaranya pada Pemilu nanti, dapat terlayani dengan baik. Selain itu, terbentuknya oragnisasi disabilitas untuk kepentingan Pemilu di tingkat Provinsi ini, juga dapat berkembang dan terbentuk hingga ke tingkat Kabupaten/Kota.

“Kita juga berharap PPUAD ini, bisa terbentuk ditingkat Kabupaten/Kota, sehingga bisa memudahkan para penyandang disabilitas untuk mendapatkan informasi terkait Pemilu dan dapat menyalurkan suaranya,” terangnya.

Komisioner Devisi Sosialisasi, Pendidikan dan SDM KPU Sulteng, Nisbah kepada media ini juga menyampaikan harapan yang sama. Dia berharap, dengan terbentuknya PPUAD dapat menjadi wadah bagi para penyandang disabiltas untuk mendapatkan informasi seputar masalah Pemilu dan bisa menyalurkan suaranya pada Pemilu 2019.

“Kami sebagai mitra dari para penyandang disabilitas, tentu sangat berharap kedepan ada kebijakan – kebijakan yang bisa mengakomodir keberadaan mereka, utamanya terkait dengan hak – hak mereka dalam Pemilu,” ujar Nisbah.

Ketua PPUAD, Nansi Susana Supit dalam kesempatan itu mengatakan, kehadiran organisasi yang dipimpinnya itu, bisa memberian pemahaman atau mencerdasaskan para penyandang disabilitas dan mengajak mereka untuk berperan aktif dalam Pemilu 2019 mendatang.

“Kami juga berharap, pemerintah dapat memberikan kemudahan buat penyadang disabilitas seperti KTP – Elektronik, karena itu menjadi syarat utama untuk dapat menyalurkan suara,” katanya.

Nansi Susana Supit juga berharap, KPU dapat memberikan akses lokasi pemungutan suara bagi para penyadang disabilitas agar mereka bisa memilih. Akses untuk itu sangat dibutuhkan, agar dapat membuat para penyang disabilitas merasa nyaman. Misalnya pengguna kursi roda, tentu harus mendapat akses yang sesuai dengan kondisinya, karena tidak mungkin yang bertangga atau yang berbatu – batu.

Setelah pelantikan itu, Nansi Susana Supit mengaku akan segera melakukan berbagai kegiatan diantaranya sosialisasi kepada semua penyandang disabilitas yang jumlahnya saat ini mencapai 1.2000 lebih di Sulteng. Khusu Kota Palu, jumlahnya mencapai 300 orang lebih. FUL

Harian Mercusuar

View all posts