POSO, MERCUSUAR – Bantuan telah mengalir untuk membantu penanganan dampak gempa bumi di Poso, Sulawesi Tengah. Bantuan berasal dari berbagai pihak, baik yang berasal dari pemerintah,  swasta dan lembaga-lembaga kemanusiaan, yang ditampung di posko penanganan bencana di Kecamatan Lore Utara. Namun demikian, masalah terpenting yang masih menjadi kendala bagi warga, yaitu ketersediaan air bersih serta padamnya aliran listrik, yang terjadi sejak guncangan gempa bumi  6,6 skala Richter pada Senin (29/5/2017).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan, warga di empat desa terdampak bencana gempa bumi, yaitu Desa Sedoa, Wuasa, Alitupu dan Watumaeta di Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso Tengah, mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih, setelah pasokan air bersih dari PDAM terputus.

Untuk menangani permasalahan pasokan air bersih itu, BNPB dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Poso, berupaya menyediakan tandon-tandon air di lokasi-lokasi pengungsian yang tersebar di empat desa tersebut. Sementara itu, aliran listrik pun belum sepenuhnya pulih.

Saat ini, dari 4 kecamatan yang aliran listriknya putus total sejak Senin (29/5/2017) malam, baru Kecamatan Lore Utara yang telah kembali pulih pada Rabu (31/5/2017). Sementara 3 kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Lore Timur, Lore Peore dan Lore Tengah, masih mengalami pemadaman selama 24 jam. Terputusnya aliran listrik tersebut diakibatkan tumbangnya tiang-tiang listrik penyangga yang mengalirkan listrik dari Palu, akibat gempa bumi.

Sejauh ini, berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Poso per tanggal 31 Mei 2017 menyebutkan, dampak dari gempa bumi untuk skala Kabupaten Poso yang meliputi Kecamatan Lore Utara, Poso Pesisir Utara, Poso Pesisir dan Poso Kota, secara keseluruhan menyebabkan kerusakan berat pada 168 rumah penduduk, 10 gereja, 11 sekolah dan satu balai benih. Kerusakan ringan juga terjadi pada 138 rumah penduduk, 2 Masjid, 2 Gereja dan 1 tanggul irigasi. Sedangkan korban luka berat sebanyak 2 orang dan luka ringan berjumlah 17 orang.

Bupati Poso, Darmin Sigilipu, saat meninjau kondisi masyarakat di Desa Sedoa, Alitupu, Wuasa dan Desa Watumaeta, Kamis (1/6/2017) kemarin mengatakan, warga umumnya masih diliputi trauma terhadap gempa. Apalagi hingga Rabu malam, guncangan gempa susulan sudah mencapai lebih dari 130 kali gempa susulan.

“Warga masih trauma, karena khawatir masih kerap terjadi gempa susulan. Karena itu, warga di Lore ini masih memilih untuk tinggal di dalam tenda dan belum kembali ke rumah sampai situasi benar-benar aman,” kata Darmin saat meninjau lokasi pusat gempa di Lore, Kamis (1/6/2017) kemarin.

Pemerintah Kabupaten Poso sendiri telah menetapkan masa tanggap bencana selama 7 hari untuk penanganan dampak gempa bumi, di mana masa tanggap bencana itu dapat diperpanjang lagi bila masih terus terjadi gempa-gempa susulan.

Dari pemantauan media ini, bantuan juga telah mengalir, berupa selimut, bahan makanan, tenda serta obat-obatan maupun dalam bentuk uang tunai. Bantuan itu berasal dari pemerintah daerah, swasta dan organisasi-organisasi kemanusiaan. ULY

 

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan