DONGGALA, MERCUSUAR – Sandarnya KM Katara di Dermaga Pelabuhan Donggala disambut dengan optimis oleh Bupati Donggala, Kasman Lassa, sebagai salah satu realisasi atas janji kampanyenya pada Pilkada Donggala 2013.

KM Katara sudah singgah dua kali di Pelabuhan Donggala pada akhir Oktober ini dan akan rutin sandar tanpa atau ada barang dan penumpang yang naik kapal besi bertuliskan kata Perintis di bagian atasnya.

“Kapal ini sudah rutin singgah di pelabuhan Donggala sesuai dengan rute yang dimenangkan tendernya,” kata Bupati Donggala, Kasman Lassa saat mengunjungi ruang kemudi KM Katara, pada Jumat (20/10/2017).

Spesifikasi kapal Katara yang dimiliki PT Berlian Samdura Pacific ini berukuran DWT 850 ton, kapasitas ruang muat 750 ton, ukuran isi 571 GT, panjang kapal 54,75 meter, lebar 8,50 meter dengan kecepatan maksimum 6 knot.

Dengan sejumlah fasilitas yang dimiliki, kapal ini dapat mengangkut barang dan penumpang sekaligus untuk berlayar disejumlah pelabuhan. Rute yang dilayari antara lain pelabuhan Donggala, Wani, Ogoamas, Tolitoli, Samarinda, Nunukan, Tarakan .

Rute lain ke wilayah bagian selatan Donggala, yaitu Makassar, Banjarmasin hingga Surabaya oleh kapal lain yang  akan menyusul kemudian.

Pelabuhan Donggala dan pelabuhan Wani yang masuk dalam wilayah Kabupaten Donggala menjadi tempat sandar KM. Katara yang mengangkut barang dan penumpang.  Dua kali singgah di Donggala, belum ada barang dan penumpang yang menggunakan jasa  KM Katara ini.

Menurut Kapten KM. Katara, Yoga bahwa pada pelayaran perdana, hanya penumpang dari pelabuhan Wani yang naik KM. Katara sebanyak 7 orang menuju Samarinda.

Walaupun belum ada barang dan penumpang yang naik dari pelabuhan Donggala, KM Katara akan tetap singgah sesuai jadwal yang dimilikinya.

Upaya kerja keras pemda Donggala untuk mewujudkan sandarnya kapal di pelabuhan Donggala ini, menurut bupati Kasman Lassa sebagai bukti atas janji kampanya Pilkada Donggala 2013 lalu. Walaupun belum sempurna seperti yang diharapkan oleh warga Donggala, namun upaya ini merupakan langkah maju yang nyata sejak aktifitas pelabuhan Donggala pindah ke pelabuhan Pantoloan Palu pada awal 1980-an.

“Secara bertahap, pelabuhan Donggala ini akan kembali ramai dengan aktifitas bongkar muat barang dan naik turunnya penumpang yang berlayar dari dan datang ke Donggala,” tandasnya. HID

Harian Mercusuar

View all posts