Perencanaan dan pelaksanaan olahraga pariwisata adalah perencanaan fasilitas olahraga yang bersifat permanen maupun sementara. event berskala internasional Tour de Central Celebes (TDCC) yang telah sukses dilaksanakan, tentu tujuannya adalah promosi destinasi wisata di Sulawesi tengah. Dengan terlaksananya event internasional Tour de Central Celebes, pemerintah Daerah berharap kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal akan mengalami peningkatan di wilayah Sulawesi Tengah.

 

Oleh : Gunawan

Dosen Pendidikan Olahraga UNTAD Palu

 

 

Fasilitas pariwisata yang berhasil dibangun dan dikembangkan bisa menjadi sangat berharga bagi peningkatan jumlah calon wisatawan mancanegara. Secara universal manfaat lain yang bisa dirasakan dari event olahraga TDCC selain meningkatkan potensi wisata olahraga juga memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan menarik investor untuk berinvestasi di Sulawesi tengah. Perencanaan olahraga pariwisata terjadi dalam beberapa bentuk (pembangunan infrastruktur, lapangan pekerjaan, promosi dan pemasaran) serta sejumlah struktur masyarakat, baik (Pemerintah, organisasi dan industri) dan pada sisih lainya ada keterlibatan kalangan (internasional, nasional, regional, lokal dan sektoral).

Fungsi pemerintah pusat akan mempengaruhi olahraga pariwisata untuk tingkat yang berbeda. Namun, sejauh mana fungsi individu terkait dengan kebijakan pariwisata tertentu, keputusan dan perkembangan akan tergantung pada tujuan spesifik institusi atau lembaga pemerintah pusat maupun daerah. Kelompok kepentingan dan individu yang relatif signifikan terhadap kebijakan olahraga pariwisata dan proses perencanaan, serta sifat yurisdiksi tertentu di mana kebijakan dan perencanaan pemerintah pusat dan daerah terjadi  karena memiliki banyak fungsi: Sebagai pengembang dan produser, Sebagai pelindung dan penegak, Sebagai regulator, Sebagai penengah dan distributor sekaligus Sebagai organizer.

Perencanaan lokasi yang tepat harus mencakup pertimbangan lingkungan objek wisata dan dampak fasilitas event, tidak hanya pada dampak langsung tetapi juga pada daerah yang terkait karena sebagian besar event-event olahraga pariwisata diselenggarakan di daerah perkotaan dan/atau fasilitas yang sudah tersedia. Pengelolaan dampak lingkungan terkonsentrasi pada pengelolaan sumber daya perkotaan, kekhawatiran seperti limbah dan pembuangan sampah sembarangan, air dan kualitas udara, serta efek estetika, yang semuanya memiliki efek yang signifikan pada sosial sehingga menentukan indikator kualitas event dan kualitas hidup masyarakat.

Pemangku kepentingan dan masyarakat, harus memahami perencanaan dan pelaksanaan olahraga pariwisata tidak hanya tentang olahraga dan pariwisata, melainkan juga berkaitan dengan ekonomi, sosial, lingkungan dan dampak politik. **

Harian Mercusuar

View all posts