DONGGALA, MERCUSUAR – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 di Kabupaten Donggala dinilai sebagai ajang rekonsiliasi para tokoh dan elit Partai Politik (Parpol) di Sulawesi Tengah.

Hal itu dikemukakan oleh Wakil Selertaris Jenderal (Wasekjen), DPP Ansor Pusat, Nizar Rahmatu saat menghadiri kegiatan deklarasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Donggala Kasman Lassa dan Mohammad Yasin (Sakaya), Selasa (9/1/2018).
“Ini merupakan momentum menyatukan para tokoh dan partai yang berbeda pandangan,” ujar Nizar di sela-sela acara deklarasi selasa kemarin.
Menurutnya, ini koalisi partai pluralisme, penyatuan pandangan politik terhadap pasangan Kasman dan Yasin dengan tagline ‘SAKAYA’ (Sahabat Kasman-Yasin).
“Kedua pasangan ini sebagai representase pluralisme dan kebhinekaan. Mereka menyatukan partai-partai nasionalis dan religius,” katanya.
Seperti diketahui, Kasman-Yasin diusung oleh 6 Parpol, Gerindra, Nasdem, PKS, PAN, PPP, dan PBB.

Dengan melihat itu, maka secara pribadi Nizar mengambil sikap mendukung pasang Sakaya sebagai kandidat Bupati dan Wakil Bupati Donggala. Ia juga membawa gerbong politiknya yang sebelumnya mendukung Hidayat alias La Laya untuk mendukung penuh Sakaya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Donggala 2018-2023.

Bloking politik gerbong La Jaya berjuang memenangkan Kasman-Yasin. Nizar menambahkan, orasi politik yang disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, Longki Djanggola sangat mendidik dan menyejukan tensi di Donggala.
“Beliau hadir dan menyampaikan orasi politiknya memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat,” ujar Nizar

Ia mengatakan, sebagai Ketua DPD Gerindra yang juga Gubernur Sulteng, LongkiĀ  menginginkan hajatan Pilkada serentak di tiga Kabupaten, Morowali, Parigi Moutong, dan khususnya Donggala berjalan aman, damai, dan sejuk.BOB

Resti Ananda Putri

View all posts