BAIYA, MERCUSUAR- Kepala SMA Negeri 7 Palu, Eddy Siswanto, menjadi satu-satunya perwakilan Sulawesi Tengah, bersama 15 kepala sekolah lainnya se Indonesia, yang akan diberangkatkan ke Australia, November mendatang, untuk mengikuti workshop penerapan pendidikan inklusi di University of Sidney, Australia.

Eddy Siswanto, Kamis (27/10/2016) mengatakan, dirinya bersama kepala-kepala sekolah lainnya di seluruh Indonesia, mendaftar via online untuk bisa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mengisi formulir pendaftaran dan kemudian mengikuti tes TOEFL. Dari ratusan pendaftar, dipilihlah 15 orang kepala sekolah se Indonesia, termasuk Eddy, untuk mengikuti workshop selama 15 hari, dari 15-30 November mendatang.

“Alhamdulilah, saya sebenarnya tidak mengira bisa lulus. Saya coba-coba mendaftar karena ingin mendalami penerapan pendidikan inklusi, yang sudah diterapkan di SMAN 7 Palu dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Menurut Eddy, workshop ini diperuntukkan khusus untuk kepala sekolah yang sekolahnya menjadi penyelengara pendidikan inklusi, mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan nasional (Permendiknas) No 70 tahun 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa.

“Semoga hasil workshop nanti bisa berguna untuk menyokong pola penyelenggaraan pendidikan inklusi di SMAN 7 Palu,” harapnya.

Di Australia sendiri, penyelenggaraan pendidikan inklusi sudah dimulai sejak tahun 1981, mengacu pada inisiatif pemerintah Australia yang kuat untuk mempersatukan kaum cacat fisik di semua kelompok masyarakat. JEF

Harian Mercusuar

View all posts