TATURA, UTARA, MERCUSUAR– Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng Ir.Syihabuddin menduga bahwa ban motor bekas yang melingkar di leher buaya yang muncul di seputaran Jembatan II, Kelurahan Tatura Utara,Kecamatan Palu Selatan, sengaja dimasukan oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab dan menangkap buaya tersebut.

“Saya rasa ada orang yang sengaja menangkap buaya itu dan mengikatnya dengan ban,mungkin ingin dipakai untuk atraksi atau apalah tapi akhirnya talinya putus dan buaya pun lepas,” ujar Syihabuddin, saat ditemui sedang mengamati pergerakan buaya di seputaran jembatan Palu II, Rabu (21/9/2016).

Inilah Buaya di sungai Palu yang berusaha diselamatkan oleh BKSDA Sulteng dan Pencinta reptil karena lehernya terjebak ban motor. FOTO : IST
Inilah Buaya di sungai Palu yang berusaha diselamatkan oleh BKSDA Sulteng dan Pencinta reptil karena lehernya terjebak ban motor. FOTO : IST

Dia mengatakan, rencananya hari ini, Kamis (22/9/2016), pihaknya akan berupaya mengeluarkan ban motor bekas yang melilit di leher buaya itu. Upaya pertama yang akan dilakukan adalah mencoba menangkap buaya itu dengan mengunakan jaring.

Selain itu, kata dia, upaya lainnya juga akan dilakukan seperti memancing untuk masuk perangkap berbentuk kerangkeng besi. Syihabuddin berharap, upaya yang dilakukan itu akan berhasil, sehingga buaya itu bisa terbebas dari lilitan ban motor tersebut.

“Jika nanti bannya sudah bisa dilepas, maka buaya akan kita lepas lagi di sungai Palu, karena menurut warga buaya itu sudah sering muncul tapi tidak pernah memangsa warga,” tandasnya.

Sementara, salah satu Komunitas pecinta hewan eksotis Palu, Ramdan mengatakan pihaknya berinisiatif melepaskan ban motor yang terilit dileher buaya, karena melihat kondisi buaya yang sepertinya semakin memprihantinkan.

Olehnya, pihaknya meminta pemerintah dalam hal ini BKSDA Sulteng, untuk membantu dalam upaya untuk menyelamatkan buaya yang terjebak ban tersebut, mengingat jenisnya tergolong sangat langka dan dilindungi.

“Kami yang berinisiatif untuk membebaskan buaya dari jeratan ban motor sebab jenis buaya ini sangat langka dan merupakan satwa dilindungi,” ujarnya.

Ramdan menambahkan bahwa, kondisi buaya saat ini cukup memprihatinkan karena lilitan itu, reptil tersebut semakin sulit bergerak. Jika ini terus dibiarkan, maka buaya tersebut bisa mati.

Dia mengatakan, pecinta hewan dari luar Indonesia seperti Queensland crocodile conservation and protection society sebenarnya ingin segera turun tangan membantu buaya tersebut, namun kendala jarak yang cukup jauh dimana mereka berada di negeri Afrika, sehingga upaya untuk membantu menjadi terhambat.TIN

Kartini Nainggolan

View all posts