BIROBULI UTARA, MERCUSUAR – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulteng, Agus Putro Proklamasi mengatakan pihaknya tidak membeda-bedakan status Petugas Lapangan KB (PLKB) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB)  yang berstatus PNS dengan non PNS. Menurut dia, status itu hanya terkait dengan struktur Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun, jika menilik fungsinya, peran PKB dan PLKB non PNS atau non organik  juga tak kalah besarnya dibanding yang berstatus PNS. “(sehingga) Saya lebih nyaman menyebut saudara,” kata Agus saat membuka Pelatihan Dasar Teknik (LTD) bagi PLKB/PKB non PNS tingkat kabupaten/kota se-Sulteng di kantor BKKBN Sulteng, Jalan Muhammad Yamin, Palu, Senin (10/4/2017).

Dikatakan, PLKB dan PKB memiliki waktu kerja 24 jam dalam sehari. Di luar jam dinas selama delapan jam, PLKB dan PKB memiliki tugas mendampingi masyarakat, terutama yang terkait  dengan program-program kependudukan dan KB.   Menurut dia, pertanyaan-pertanyaan masyarakat yang belum bisa dijawab dapat ditampung dan kemudian diteruskan ke bidang terkait.

Secara nasional, PLKB dan PKB berstatus PNS yang tercatat baru 15 ribu orang atau masih mengalami kekurangan sekitar 17 ribu-an tenaga. Oleh karena itu, pemerintah terus mengupayakan   rekrutmen PLKB/PKB tersebut secara bertahap sejak tahun 2017 hingga 2022.

Sekaitan dengan peningkatan kapasitas, ia mengatakan pelatihan yang diikuti kali ini merupakan salah satu upaya yang tepat. Selain itu, ia mengimbau agar PLKB/PKB terus menambah wawasan kependudukan dan program KB, antara lain dengan membuka laman bkkbn.go.id.

Di akhir sambutannya, Agus mengajak peserta untuk mengucapkan salam petugas KB yang dijawab serentak dengan  “sehat, semangat, luar biasa”.

LTD  bagi PLKB/PKB non PNS tingkat kabupaten/kota se-Sulteng ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan PLKB/PKB tentang program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga, seiring dengan terjadinya perubahan dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

Hasil spesifik yang diharapkan antara lain mengingkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai metode alat dan obat kontrasepsi, meningkatnya pengetahuan tentang pencatatan dan pelaporan, meningkatnya pengetahuan tentang mekanisme operational, teknik penyuluhan dan motivasi serta meningkatkan pemahaman terkait program KB ditinjau dari sudut pandang agama.

Panitia mengungkapkan peserta pelatihan berjumlah 30 orang yang terdiri dari perwakilan Buol, Morowali, Tojo Una-una, Banggai Laut, Morowali Utara, Banggai Kepulauan dan Parigi Moutong masing-masing  berjumlah dua orang. Sedangkan utusan dari Kabupaten Donggala, Poso, Tolitoli tiga orang serta Banggai empat orang.  Kegiatan yang digelar oleh Bidang Latbang BKKBN Sulteng ini berlangsung sejak 9 April hingga 13 April mendatang. DAR

Harian Mercusuar

View all posts