DONGGALA, MERCUSUAR – Tim Program Inovasi Desa (TPID) Banawa Tengah, setelah melalui survei dan identifikasi potensi, memutuskan empat desa yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari Program Inovasi Desa yang merupakan program yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Keempat desa yang potensinya akan dikembangkan yaitu Desa Powelua yang mengembangkan penyulingan nilam, kemudian pengembangan hutan di Desa Lampo, lalu pembuatan pewarna alami untuk sarung tenun Donggala di Desa Salubomba, serta pengembangan potensi wisata di Desa Limboro, tepatnya wisata Pantai Kaluku.

Menurut Kepala Desa Powelua, Bangamputi, warganya sangat tertolong dengan adanya penyulingan nilam di desa mereka. Sebelumnya, mereka menjual hasil panen nilam di daerah lain yang jaraknya cukup jauh, sehingga hasilnya pun tidak terlalu memuaskan.

“Dengan adanya penyulingan nilam di desa ini, masyarakat kembali semangat untuk mengolah pohon nilam. Pendapatan merekapun semakin bertambah,” ujar Bangamputi.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Erfina mengatakan, dirinya sangat terbantu dengan adanya tempat wisata pantai Kaluku.

“Saya sebelumnya hanya ibu rumah tangga, dengan semakin ramainya Pantai Kaluku ini, saya pun mencari rezeki dengan berjualan pisang goreng di sekitar pantai,” jelas Erfina.

Kedepannya, berbagai program dari TPID di Kecamatan Banawa Tengah ini diharap mampu mempercepat proses-proses pembangunan dan pemberdayaan di desa-desa yang ada di kecamatan tersebut.

Untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan di desa, melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas, dengan strategi pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan. Khususnya bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, serta infrastruktur desa.

Program inovasi desa sendiri hadir untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan di desa, melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas, dengan strategi pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan. Khususnya bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, serta infrastruktur desa. IKI

Harian Mercusuar

View all posts