BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Terdakwa Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) Muh Awalunsyah Passau dan Sekretaris Abd Razik Mardjengi perbuatannya, terkait dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parmout ke KONI Parmout tahun 2014.

Hanya saja, keduanya mengaku telah mengembalikan uang tersebut dan menyesali kejadian itu.

Demikian diungkapkan keduanya pada sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan ahli dari BPKP Sulteng Chusnan SE AK CA, dilanjutkan pemeriksaan saksi mahkota dan terdakwa, Senin (12/2/2018).

Abd Razik Mardjengi mengakui pertanggungjawaban biaya konsumsi untuk pekan olahraga provinsi (Porprov) Sulteng di Poso tidak sesuai kenyataan, karena jumlah yang dibayar ke panitia Rp106.725.000 bukan Rp249.975.000.

Kelebihan pembayaran biaya konsumsi sekira Rp142 juta itu, ia menerima sekira Rp82 juta, Muh Awalunsyah Passau Rp48 juta, sedangkan Muh Taher dan AA Sahid Muhammadong masing-masing Rp10 juta.

Ia juga mengaku telah mengembalikan sekira Rp63 juta melalui pertanggungjawaban sesuai dengan kwitansi-kwitansi yang telah diserahkan ke bendahara. Selain itu, telah menyerahkan Rp21,5 juta ke penyidik.

Terdakwa Muh Awalunsyah Passau membenarkan adanya ‘ketekoran’ terkait pengelolaan keuangan pada pelaksanaan oleh KONI Parmout pada pelaksaan Porprov Sulteng di Poso.

Hal itu, katanya, diketahui setelah ada panggilan oleh BPK, serta kiesepakatannya akan dilakukan pengembalian.

Dia, lanjutnya, mengakui menerima Rp48 juta, tapi itu dalam bentuk pinjaman. Jumlah itu (Rp48 juta), telah dikembalikan sebesar Rp20 juta. “Ada buktinya (pengembalian),” tuturnya menjawab pertanyaan hakim.

Dikatakannya, tahun 2014 tidak ada honorarium untuk pengurus KONI Parmout. Terkait kegiatan Porprov Sulteng di Poso, ia menerima honor Rp3,5 juta.

“Tunda (sidang) untuk tuntutan JPU Senin 19 Februari 2018,” singkat Ketua Majelius hakim I Made Sukanada SH MH. AGK

 

Harian Mercusuar

View all posts