DONGGALA, MERCUSUAR – Belum jelasnya dukungan partai politik terhadapnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Donggala tahun 2018  memaksa Bupati Kasman Lassa menyiapkan skenario terakhir.  Ia mengaku sedang mematangkan langkah untuk maju dari jalur perseorangan jika dalam batas waktu yang ditentukan, yakni hingga akhir Oktober bulan ini tidak ada rekomendasi dari parpol yang ia daftar.

“Jalur perseorangan merupakan persiapan, jika tidak ada partai yang mengusung saya,” tegasnya kepada Mercusuar, Senin (9/10/2017).  Bupati menjelaskan, keseriusan menyiapkan diri di jalur perseorangan ini  karena berdasarkan pengalamannya pada Pilkada Donggala 2013, ia gagal mendapatkan dukungan dari parpol. Hal ini juga melihat Pilkada Bangkep, dimana salah satu calon bupati dari ketua partai ternyata gagal diusung oleh partainya sendiri.

Kasman Lassa pun mengaku telah mendaftarkan diri pada sejumlah partai politik untuk diusung dalam Pilkada Donggala tahun 2018, yakni Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, PKB, termasuk di partai nya sendiri: Nasdem. “(namun) Sampai hari ini belum ada parpol pengusung. Baru sebatas komunikasi politik,” ujarnya, kepada Mercusuar, Senin (9/10/2017).

HASIL SURVEI

Kasman juga mengomentari hasil survei Golkar yang menempatkannya di urutan teratas saat ini.  Beginya, survei tersebut merupakan sebuah fakta atas kerja kerasnya selama ini sebagai bupati yang turun langsung ke masyarakat, baik dalam rangka silaturahmi maupun melaksanakan program kerja melalui OPD terkait.  “Hasil survei itu adalah fakta bahwa selama ini saya bekerja untuk rakyat. Kalau tidak serius urus rakyat, tentu hasil pollingnya tidak tinggi,” ujar bupati.

Ia lalu menjelaskan panjang lebar sejumlah program kerja pro rakyat yang sudah dilakukannya, mulai dari memenuhi Alokasi Dana Desa (ADD) 10 persen, sampai pada pembangunan di sektor perikanan, pertanian dan ekonomi kerakyatan. Temasuk juga yang tidak kalah penting di bidang pendidikan dan kesehatan. HID

Harian Mercusuar

View all posts