PARMOUT, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parmout) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) saat ini telah memiliki satu unit kapal wisata. Kapal yang diberi nama KM Patient Ray II itu merupakan bantuan Kementerian Perhubungan yang anggarannya berasal dari DAK 2017 senilai Rp4,8 miliar.

Kapal yang nantinya diperuntukkan untuk kapal wisata dan dikelola oleh Dishub Parmout tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) daerah itu.

Demikian dikemukakan oleh Kepala Dishub Parmout Zulfinachri kepada Mercusuar, Selasa (2/1/2017).

Menurutnya, saat ini kapal tersebut masih menumpang di Pelabuhan Parigi, sambil menunggu galangan kapal sendiri.

Kapal itu diperuntukan untuk wisata, karena dapat mengamati terumbung karang dan juga kegiatan lainnya.

Masyarakat Parmout yang ingin menggunakan kapal tersebut diperbolehkan, tapi untuk biaya pemakaian masih dibebankan kepada pemakai sambil menunggu regulasi pembiayaan resmi dari Pemkab Parmout.

Dijelaskannya, keistimewaan kapal tersebut dapat bersandar tanpa harus ada dermaga besar, karena kedalaman 80 sentimeter kapal tersebut bisa bersandar hingga tidak menyulitkan.

Pihaknya berharap agar keberadaan kapal itu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, hingga PAD dapat bertambah. “Kami masih mengusulkan untuk pembiyaan kapal tersebut pada tahun 2018,” katanya.

Bupati Parmout H.Samsurizal Tombolotutu bersama Sekretaris Kabupaten (Sekkab) H.Ardi Kadir dan Kapolres Parmout AKBP Sirajuddin Ramli telah berlayar dengan kapal tersebut di Teluk Tomini, dari Pelabuhan Parigi hingga ke Pantai Tumpapa.

Kapal jenis fiberglass itu menggunakan dua mesin tempel sebagai pendorong dengan kekuatan 140 PK dinahkodai oleh perwakilan Kementerian Perhubungan RI itu, bersandar di Dermaga Satu area Pelabuhan Parigi pada Senin (1/1/2018).

Bupati Parmout mengatakan keberadaan kapal cepat bantuan dari Kementerian Perhubungan RI tersebut merupakan permintaannya pada pertengahan tahun 2016 lalu.

“Dengan alasan bahwa wilayah perairan Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki area Teluk Tomini sangat luas, sangat butuh kapal penghubung teritorial perairan teluk,” katanya.

Dia berharap agar keberadaan kapal tersebut dijaga dan dipelihara dengan baik dan benar. Demikian penggunaannya, harus sesuai peruntukan dan jelas, seperti membawa para kepala dinas berjumlah 20 orang ke wilayah Utara saat bertepatan ada perjalanan dinas. TIA

Harian Mercusuar

View all posts