MORUT, MERCUSUAR – Luar biasa, itulah ungkapan yang pas sebagai apresiasi keberhasilan Polres Morowali dalam mengungkap kasus pembunuhan PNS cantik Pemerintahan Morowali Utara atas nama Megawati. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil dibekuk, penangkapan dilakukan pada Sabtu (27/1/2018), di Dusun Lambolo, Desa Ganda-ganda, Kecamatan Petasia.

Diketahui pelaku merupakan warga yang berasal dari Pasangkayu Mamuju Utara, Sulawesi Barat inisial MA 28 tahun. Pelaku melakukan aksinya pada Kamis sore (25/1/2018) di Kelurahan Bahoue, Kecamatan Petasia. Pelaku ini salah satu karyawan perusahaan tambang nikel PT Central Omega Resuorces Industrial Indonesia (CORII).

Pembunuhan dilakukan terhadap Megawati yang merupakan salah satu kepala seksi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Morowali Utara di kediamannya tepat di ruang tamu korban.

Kapolres Morowali, AKBP Edward Indharmawan Eka Chandra melalui Kasat Reskrim AKP Simon Yana Putra menerangkan dari keterangan pelaku, kejadian sadis itu bermula ketika dia mengambil buah jambu di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melihat korban keluar rumah, AM pun mengikuti korban dari belakangnya dan masuk ke dalam rumah.

“Jadi waktu itu korban tidak mengetahui sedang diikuti oleh pelaku, sampai di dalam rumah korban baru kaget kalau pelaku ini sudah bersamanya. Ketika berteriak maling, dengan reflek pelaku langsung membekap mulut korban hingga pingsan. Disaat pingsan inilah pelaku menghabisi korban,” ujarnya, Sabtu malam.

Setelah kejadian itu pelaku langsung melarikan diri. Hingga kini motif pelaku membunuh korban belum diketahui, namun sejumlah barang bukti (BB) dalam aksi bejatnya tersebut sudah dikantongi petugas.

AM ditangkap saat sedang menjalankan tugasnya sebagai karyawan PT CORII, saat akan dibekuk petugas, dia mencoba melawan dan berusaha melarikan diri. Namun upayanya tidak berhasil lantaran dilumpuhkan dengan timah panas di betis sebelah kanannya.

Akibat timah panas tersebut kaki AM mengalami pendarahan hingga dilarikan ke RSUD Kolonodale untuk mendapatkan pertolongan medis.

Menurut salah seorang petugas medis yang enggan disebutkan namanya menerangkan, akibat peluru petugas menyebabkan luka di kaki pelaku sangat parah. Serpihan timah panas menyebar di betis pelaku dan mengenai tulang kakinya. Sehingga harus di operasi untuk mengeluarkan serpihan.

Cukup sulit untuk mengeluarkan sejumlah serpihan peluru tersebut sehingga harus membongkar betis pelaku. “Kalau dilihat dari hasilnya, kemungkinan akan cacat permanen dan hampir saja diamputasi kakinya,” bebernya.

Kapolres Edward saat mengunjungi rumah kerabat korban mengucapkan turut berbelasungkawa atas kejadian ini, meminta agar keluarga menyerakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada Polisi. “Terimakasih atas doa yang telah masyarakat haturkan hingga kasus ini cepat terungkap. Kami juga mengapresiasi sejumlah masyarakat yang telah membantu proses pengungkapan kasus tersebut. Kami akan proses dengan seadil-adilnya,” tandasnya. VAN

Harian Mercusuar

View all posts