POSO, MERCUSUAR – Isu tentang kelangkaan gas elpiji 3 kg di Poso, dibantah oleh Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemda Poso. Menurut Plh Kabag Ekbang Setda Poso, Syaal Tiel Kaope, isu kelangkaan tersebut bisa jadi karena permainan pengecer di lapangan.

Karena itu kata Tiel, pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pangkalan.

“Kita akan turun langsung memantau, kalau ada pangkalan yang nakal, kita akan cabut izinnya,” kata Tiel saat berkunjung ke Poso Raya, grup Mercusuar, Jumat (3/6/2016).

Tiel menambahkan, sebagai bentuk kepedulian Pemda terhadap warga yang sedang melaksanakan ibadah dalam bulan Ramadan, Bagian Ekbang akan melakukan sejumlah langkah kongkrit untuk menjamin ketersediaan stok gas elpiji.

“Kemarin saja sudah tiba lagi 6 truk, setiap truk mengangkut 200 buah tabung. Artinya, ada 1.200 tabung beredar setiap hari di Poso dan sekitarnya. Jadi, bagaimana mungkin bisa persediaan tagung dikatakan langka,” kata Tiel.

Tiel mengaku siap melaksanakan instruksi Bupati Poso agar para birokrat bergerak cepat untuk rakyat.

“Kan Pak Bupati sudah tegaskan, pejabat harus menghabiskan waktunya 70 persen di lapangan, hanya 30 persen di belakang meja, jadi kitorang semua ini memang harus berbenah,” tambah Tiel.

Dalam mengawal pengamanan stok gas elpiji bagi warga, Plh Kabag Ekbang ini sengaja bertandang ke kantor redaksi Poso Raya, untuk menjelaskan berbagai program yang akan dilaksanakan untuk melayani masyarakat, sekaligus mendapatkan saran dan masukan dari insan pers. PR