PALU, MERCUSUAR – Jaringan Sekolah Islam Tepadu (JSIT) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil), Jumat-Minggu (24-26/11/2017) di Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Dalam pertemuan tersebut disepekati JSIT didorong berkembang hingga ke pelosok wilayah Sulteng.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Muswil JSIT Sulteng, Roslini Hudu, S.Pd, Minggu (26/11/2017) mengutiup penyampaian Ketua JSIT terpilih periode 2017-2021, Drs. Mahmud Yunus saat membawakan sambutannya.

“Sebagai harapan Ketua JSIT terpilih menginginkan JSIT tumbuh dan berkembang hingga ke pelosok daerah. Sehingga, saat pelantikan pengurus para pengurus terbagi atas tiga koordinator daerah (korda) yang bertanggung jawab membantu pengembangan JSIT di wilayah,”terangnya.

JSIT di Sulteng terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun untuk tahun 2018 rencananya JSIT akan membangun Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA).

“Saat ini JSIT sudah memiliki 17 sekolah. Bagi daerah yang belum memiliki PAUD akan didorong memiliki PAUD, jika sudah ada PAUD akan didorong mendirikan SD begitu seterusnya,”terang Roslini.

Kepada Mercusuar, Roslini menjelaskan JSIT merupakan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan. JSIT INDONESIA bersifat nirlaba, independen, terbuka, dan siap bekerjasama dengan pihak manapun selama mendatangkan maslahat dan manfaat bagi anggota dan berkesesuaian dengan visi dan misinya.

“Sejak berdiri tahun 1993, JSIT telah menggunakan dan mengembangkan kurikulum yang saat ini baru saja diterapkan pemerintah yakni Kurikulum 2013 (K13),”ungkap dia.

Dalam konsep tersebut, mereka memadupadankan antara kurikulum nasional dan kurikulum yang diciptakan oleh JSIT sendiri. Sehingga disebutkan Roslini, kurikulum yang dikembangkan organisasi tersebut memiliki kekhasan yang tidak terdapat pada sekolah lainnya.

Usai pelaksanaan Muswil, pihak panitia menggelar workshop dengan tema ‘Peningkatan Mutu Pendidikan SIT’, tepatnya di hari kedua. Setelah itu esok harinya dilanjutkan dengan pelantikan pengurus JSIT Sulteng periode 2017-2021 dan seminar dengan tema ‘Pendidikan Karakter Religius untuk Sulteng yang Bermartarbat’.

Dalan seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber utama yakni, Sekretaris Jenderal JSIT Indonesia, Suhartono, Kepala LPMP Sulteng yang diwakili Aisa, Akademisi Universitas Tadulako (Untad), Dr. Asep Mahfudz.

Dalam penjelasannya, Suhartono sedikit memutarkan film berjudul Karate Kids. Dalam film itu, iamemperlihatkan adegan seorang yang diperankan aktor Jaden Smith belajar kung fu kepada Jacky Chan. Dalam film, Jaden terlihat terus belajar walau ia mengalami kesulitan selama belajar bela diri tersebut.

“Ada bisa lihat, di situlah pendidikan karakter yang kita harapkan. Ajarkan anak-anak agar tidak mudah putus asa. Selalu bekerja keras dan pantang menyerah dalam mengejar cita-cita mereka,”ujar Suhartono.

Sedangkan Aisa dalam materinya terjudul ‘Peningkatan Mutu Sekolah yang Berkarakter’ menekankan agar sekolah mengedapankan pelayanan kepada tiga pelanggan yakni siswa, orang tua siswa dan stakeholder.

“Bila pelayananya baik, sekolah tersebut baru bisa disebut sekolah yang bermutu,”ungkapnya.

Sementara itu, Asep Mahpudz menilai agar pendidikan karakter yang diajarkan kepada siswa, patutnya juga diterapkan oleh orang tua siswa di rumah. Namun pendidikan karakter saat ini mengalami tantangan di era serba digital.

“Maka penguatan karakter harus dimulai dari sekarang, baik dari sisi sosial budaya dan agama. Keduanya harus bisa diintegrasikan,”tutup Asep. INT

Harian Mercusuar

View all posts