PALU, MERCUSUAR РSelama Februari 2017, nilai ekspor perdagangan di  Sulteng mencapai US$ 130,31 juta. Jepang dan China masih menjadi tujuan utama ekspor Sulteng.

Total ekspor itu turun sebesar US$ 15,64 juta atau 10,72 persen dibandingkan bulan Januari 2017. Dari nilai itu,  sebesar US$ 128,44 juta merupakan ekspor langsung melalui Sulteng, sedangkan provinsi lain senilai US$ 1,87 juta.

Adapun jika diakumulasi selama Januari-Februari 2017, total nilai ekspor tercatat US$ 276,26 juta, dimana melalui Sulteng sebesar US$ 272,32 juta dan provinsi lain sebesar US$ 3,94 juta.

Demikian keterangan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng yang dilansir belum lama ini.

Jepang merupakan negara tujuan ekspor paling utama selama Februari 2017 yakni mencapai US$ 46,84 juta atau 35,95 persen dari total nilai ekspor Sulteng, diikuti China senilai US$ 42,64 juta (32,72 persen), Korea Selatan senilai US$ 22,03 juta (16,91 persen), dan Malaysia senilai US$ 3,64 juta (2,79 persen). Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masing-masing di bawah US$ 0,50 juta.

Selama rentang tersebut, ekspor Sulteng didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok bahan bakar mineral komoditas senilai US$ 82,23 juta atau 63,10 persen dari total ekspor dan besi dan baja senilai US$ 42,26 juta (32,58 persen). Selanjutnya, diikuti ekspor kelompok komoditi lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$ 3,64 juta (2,79 persen). Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah US$ 0,60 juta.

Selama Februari 2017 pula, keseluruhan transaksi ekspor Sulteng senilai US$ 128,44 juta, difasilitasi melalui Pelabuhan Banggai senilai US$ 82,23 juta, Kolonodale senilai US$ 42,46 juta, Pantoloan senilai US$ 3,74 juta, dan Bandara Mutiara senilai US$ 0,01 juta.

Sedangkan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lainnya tercatat US$ 1,87 juta masing-masing melalui Tanjung Priok (DKI Jakarta) senilai US$ 0,71 juta, Tanjung Perak (Jawa Timur) senilai US$ 0,68 juta, Ujung Pandang (Sulawesi Selatan) senilai US$ 0,45 juta, dan Ngurah Rai (Bali) senilai US$ 0,03 juta. Hal ini berarti pelabuhan muat ekspor di Sulteng berperan sebesar 98,56 persen. DAR

Harian Mercusuar

View all posts