PALU, MERCUSUAR – Sekitar 30 an jemaah umrah mendatangi  Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), untuk mengadukan Perwakilan Travel umrah Abu Tours Cabang Palu karena diduga telah melakukan penipuan. Hingga saat ini para jemaah umrah belum juga mendapat kepastian untuk berangkat umrah.

Puluhan jemaah itu diterima  di Aula Kanwil Kemenag Sulteng, Senin (12/2/2018).

Puluhan calon jemaah umrah itu, mendatangi Kanwil Kemenag Sulteng tanpa perencanaan sebelumnya. Mereka memohon agar pihak Kemenag Sulteng dapat membantu menyelesaikan permasalahan dan nasib mereka yang tak kunjung diberangkatkan oleh pihak Abu Tours.

Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Arifin, yang menerima calon jemaah umrah tersebut mendengarkan berbagai keluhan/tanggapan dari calon jemaah umrah.  Adapun pihak Abu Tours Palu hingga saat ini  juga masih menunggu jawaban Abu Tours Makassar.

Beberapa calon  jemaah umrah ini menyesalkan sikap PT Abu Tours yang belum juga memberikan kepastian keberangkatan, dan juga belum memberikan jawaban apakah dana yang telah disetorkan dapat ditarik kembali atau tidak.

Padahal, calon jemaah ada yang dijanjikan akan berangkat pada Januari 2018, namuan hingga saat ini belum mengetahui jadwal pasti keberangkatannya.

Dari pertemuan tersebut, calon jemaah umrah berharap Kemenag Sulteng dapat mendorong agar Abu Tours Palu dapat segera bertanggung jawab atas masalah tersebut.

Usai pertemuan tersebut, saat ditanya wartawan mengenai Izin Operasional PPIU Abu Tours, Arifin menjelaskan bahwa Abu Tours memang memiliki  izin operasional.

“Pihak Abu Tours memang sudah memiliki Izin Operasional yang dikeluarkan oleh Dirjen PHU Kementerian Agama RI, namun rekomendasi untuk membuka kantor cabang/perwakilan  dari Kanwil Kemenag Sulteng belum kami keluarkan karena masih dalam proses untuk verifikasi dokumen dan Berita Acara peninjauan lapangan belum ada. Sementara ini kami menunggu usulan kembali dari pihak Abu Tours karena ada pergantian pimpinan/manajemen untuk wilayah Sulawesi Tengah,” jelas Arifin.

Menurut Arifin, mengacu peraturan menteri agama/PMA Nomor 18 Tahun 2015, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Bab II Pasal 4, harus memiliki rekomendasi asli dari Kepala Kanwil Kemenag Sulteng. Namun hingga saat ini, travel umrah tersebut baru sampai tahap verifikasi administrasi, namun belum diverifikasi keuangan dan lapangan.

Arifin juga mengimbau kepada calon jemaah umrah/haji agar sebelum mendaftar diri sebagai jemaah umrah melakukan koordinasi dengan Pihak Kanwil atau Kemenag setempat tentang Travel Perjalanan Umrah yang bersangkutan.

“Demikian halnya dengan pendaftaran haji, agar langsung ke Kantor Kemenag,” ujarnya.

Dia juga berpesan agar masyarakat jangan mudah percaya kepada oknum tertentu soal bujukan/rayuan untuk percepatan pemberangkatan haji, karena pemberangkatan haji telah diatur secara sistimatis (on line).UTM

Harian Mercusuar

View all posts