PARMOUT, MERCUSUAR -Menjelang bulan suci Ramadan 1438 Hijriah,  perputaran perekonomian di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) belum maksimal. Bahkan perputaran keuangan sangat lesu. Hal ini sangat mempengaruhi masyarakat kecil.

Sejumlah anggota DPRD Parmout mengakui jika saat ini perputaran perekonomian lesu, diduga karena uang dalam daerah belum berputar maksimal. Anggota Komisi III DPRD Parmout, Alfrets Tonggiroh mengatakan, seharusnya Pemerintah Daerah mengevaluasi apa yang menyebabkan perputaran uang melambat. Misalnya kata dia, dengan evaluasi keuangan daerah, evaluasi harga pasar. “Bahkan saya dengar dana desa belum ada yang turun, ” jelasnya.

Alfrtes yang juga pelaku usaha koperasi mengaku, masyarakat kini membutuhkan uang lebih dari bulan sebelumnya, karena untuk menyekolahkan anaknya mengingat tahun ajaran baru akan dimulai belum lagi dengan bulan Ramadan.

“Kalau di koperasi, saat ini banyak tarikan karena tahun ajaran baru,” bebernya.

Sementara Ketua Komisi II, Made Yastina menjelaskan, yang menjadi sumber pendapatan masyarakat adalah hasil laut dan hasil pertanian. inilah yang menyebabkan perekonomian bergerak. Sementara buruh bangunan dan usaha-usaha lain di luar pertanian dan perikanan belum memberikan dampak perputaran uang di masyarakat.

“Contohnya wilayah selatan Parigi Moutong, saat ini yang menghasilkan hanya padi. Untungnya ada panen bulan ini. Kalau dari APBD atau dana desa belum ada setahu saya,” ujarnya.

Dikatakan, sampai saat ini APBD belum berputar bagus. Pekerjaan fisik juga belum jalan, sehingga buruh bangunan dan pengusaha pasir, batu dan pedagang belum merasakan perputaran uang yang menguntungkan.

“Ekonomi kerakyatan harus digenjot dan perputaran uang harus dipercepat karena berdampak bagi masyarakat secara umum. Olehnya Pemkab harus lebih proaktif membantu masyarakat,” tandasnya.  TIA

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan