SIGI, MERCUSUAR – Dalam beberapa hari terakhir, Jalan Karanjalembah di Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru terus kebanjiran, menyusul curah hujan yang tinggi. Terakhir hal itu terjadi pada Sabtu (14/10/2017) sejak dini hari hingga sore. Pantauan Mercusuar, jalan tersebut pada pekan kemarin mulai kebanjiran pasca hujan deras yang mengguyur Kamis (12/10/2017) pagi.

Sempat surut saat sore hari, jalan penghubung Kota Palu dengan Kabupaten Sigi itu kembali tergenang Jumat (13/10/2017). Kemudian hujan deras yang kembali mengguyur Sabtu dini hari membuat air meluap dan menggenangi jalan tersebut lebih dari 12 jam. Hal itu berdampak pada pengendara yang harus ekstra hati-hati saat melintas. Lalu lintas pun menjadi padat, bahkan beberapa kali pengendara motor berhenti karena melintasi aliran air yang relatif deras. Jufri (22), warga Desa Kalukubula mengaku kondisi seperti itu sudah sering terjadi yang diduga akibat drainase yang tidak mampu menampung debit air saat hujan turun. Bahkan pekarangan rumahnya menjadi salah satu korban dari luapan air itu. “Bisa jadi juga karena banyaknya areal persawahan yang sudah beralih fungsi menjadi pemukiman yang membuat semakin minimnya resapan air. Belum lagi air kiriman dari Gumbasa melalui aliran sungai juga memicu banjir di tempat ini,” jelas Jufri di lokasi. Ia berharap pemerintah dapat segera mencari solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut, salah satunya drainase. “Memang sih belum lama ini ada pembangunan drainase di jalan ini. Tapi kayaknya tidak terlalu pengaruh karena ukurannya kecil dan sempit. Semoga bisa segera diatasi pemerintah, kasian juga torang kalau setiap hujan deras kebanjiran sampai teras rumah,” tutupnya. BAH

Harian Mercusuar

View all posts