PARMOUT, MERCUSUAR – Isu SARA mulai mencuat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Parigi Moutong (Parmout), masing-masing bakal calon hingga para pendukung salah satunya turut menggulirkan isu tersebut.

Setidaknya hal itu terlihat pada tiga pasangan bakal calon Pilkada Parimo, yakni Samsurizal Tombolotutu dan Badrun nggai, Erwin Burase dan Rahmawati Nur, H. Amrullah dan Yufni Bungkundapu.

Dari pantauan Mercusuar sejak, Selasa-Rabu (8-9/1/2018), pengembangan isu tersebut sangat cepat berkembang di tataran masyarakat yang dilakukan oleh oknum pendukung hingga para kandidat.

Misalnya saja, pasangan Samsurizal Tombolotutu dan Badrun Nggai yang baru saja melakukan deklarasi sekaligus mendaftarkan diri di waktu yang sama di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parmout, saat deklarasi salah satu pembawa acara mengumumkan bahwa keduanya merupakan putra daerah Parimo, Samsurizal Tombolotutu cucu dari pahlawan Sulteng yang berani melawan penjajah, sedangkan Badrun Nggai disebut sebagai putra daerah asli Parmout kelahiran Kelurahan Masigi.

“Pasangan ini, satu-satunya yang cukup mewakili wilayah Utara dan Selatan Parimo,”ujar pembawa acara tersebut

Sedangkan untuk pasangan lainnya, seperti bakal calon wakil bupati dari pasangan Erwin Burase, Rahmawati Nur dan bakal calon bupati, Amrullah diisukan bukanlah suku asli Parimo.

Menurut Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Sulteng, Dr. Slamet Riadi Cante menilai politik identitas yang terkait dengann isu SARA sebaiknya tidak dikembangkn dalam kontestasi karena akan mencederai kualitas demokrasi.

“Isu putra daerah tidak begitu relevan lagi untuk dikembangkan dalam era  globalisasi, tapi yang lebih penting kandidat yang memiliki komitmen dan integritas dalam memajukan daerah,”ujar dia.

Lebih lanjut Slamet mengatakan, politik gagasan yang perlu lebih diutamakan dalam Pilkada, masing-masing kandidat dan pemdukung perlu menyusun  konsep pemikiran strategis dalam membangun Parimo yang lebih baik.

“Para calon-calon harusnya menyadarkan kelompoknya atau pendukungnya untuk menjauhi/menghindari pemecah belah masyarakat,”ujar Pengamat Politik, Dr. Darwis belum lama ini. INT

Resti Ananda Putri

View all posts