PALU, MERCUSUAR – Sejumlah petani di Sulteng mengeluhkan tidak stabilnya harga produk pertanian sehingga berdampak pada semangat mereka dalam memanfaatkan potensi lahan yang tersedia.

“Dulu petani kita mengeluhkan masalah benih. Sekarang setelah benih tercukupi, kini petani kita mengeluhkan harga produk pertanian yang tidak stabil,” kata Penyuluh Pertanian Teladan 2017, Olivia Komansilan, Senin (21/8/2017).

Olivia terpilih sebagai juara I Penyuluh Pertanian Teladan 2017 dan mendapat penghargaan dari Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 72.

Perempuan Alumni Universitas Samratulangi Manado itu telah tujuh tahun terjun sebagai penyuluh di Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Unauna.

Selama menjadi penyuluh, ibu dua anak itu mengaku sangat akrab dengan petani karena dirinya menjadikan petani sebagai mitra sehingga saling mengisi satu dengan lainnya.

“Selama ini saya tidak pernah dipandang enteng petani,” katanya.

Salah satu strategi yang ia terapkan saat bertemu petani bahwa dirinya tidak lebih pandai dari petani.

“Saya katakan bahwa saya tidak lebih dari mereka. Petani punya pengetahuan, saya juga punya ilmu-ilmu pertanian dan teknologi terbaru yang bisa saya bagikan. Kita bisa berbagi. Makanya saya diterima dengan baik di tengah petani,” paparnya.

Selama menjadi penyuluh pertanian, kata Olivia, petani umumnya mengeluhkan harga pembelian produk pertanian oleh pedagang pengumpul. Apalagi saat produk banyak, harga pasti anjlok.

Saat itulah, kata dia, petani kecewa sehingga perlu diberikan semangat agar kepercayaan mereka tumbuh kembali.

Olivia mengakui dengan hadirnya TNI sebagai membantu petani, dirinya juga ikut terbantu. Apalagi saat mengumpulkan petani untuk diberikan pemahaman terkait dengan kelompok tani biasanya sulit sekali, namun dengan hadirnya TNI cukup membantu.

Sebagai penyuluh perempuan berusia 34 tahun, dirinya bekerja keras untuk mengubah sikap dan keterampilan petani, mentransfer pengetahuan dan teknologi pertanian.

Salah satu tantangan terberat yang ia hadapi adalah membangkitkan semangat petani untuk bekerja berkelompok sehingga menjadi petani mandiri.

“Masih banyak petani yang budidaya sendiri-sendiri. Untuk mendorong petani agar budidaya berkelompok masih perlu digenjot lagi,” tandasnya.

Harian Mercusuar

View all posts