Sidang Lanjutan Korupsi Gernas Kakao Tolitoli 2013

TALISE, MERCUSUAR– Pada sidang lanjutan perkara dugaan Korupsi Gernas Kakao Kabupatan Tolitoli 2013 di Pengadilan Negeri Klas I Palu, Senin (20/3/2017). Ketua majelis hakim, I Made Sukanada SH meminta Bupati Tolitoli Moh Saleh Bantilan, untuk dihadirkan dan diperiksa sebagai saksi, dalam persidangan lanjutan yang sesuai jadwal dilaksanakan, Kamis (23/3/2017) mendatang.

“Persidangan meminta agar yang bersangkutan (Moh Saleh Bantilan) dapat hadir dipersidangan selanjutnya, jika tidak diindahkan, maka silahkan diproses sesuai dengan pasal-pasal terkait pemanggilan saksi,” tandasnya.

Ketua majelis hakim juga sempat menanyakan kepada dua terdakwa yakni Conny Kathiandago dan Mansyur IB Lanta, perihal pemanggilan tersebut dan keduanya pun meminta agar Saleh Bantilan dihadirkan dan bersedia memberikan keterangan dalam sidang lanjutan perkara tersebut.

“Iya kita meminta agar bupati dihadirkan,” kata Connny. Demikian pun ketika majelis ketua menanykan hal itu kepada Mansyur Lanta, dirinya juga meminta agar Saleh Bantilan dihadirkan dlaam persidangan selanjutnya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ridwan Marban mengatakan, masih ada beberapa saksi yang akan dihadirkan, di antaranya adalah saksi ahli. Perihal untuk menghadirkan Moh Saleh Bantilan, Ridwan mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan yang bersangkutan, namun Moh Saleh Bantilan menyanggupi pemanggilan itu pada awal April.

Walaupun alasan itu sudah dikemukakakn JPU dalam persidangan tetapi ketua majelis hakim tetap meminta agar Moh Saleh Bantilan dihadirkan pada sidang lanjutan yang ditetapkan pada Kamis mendatang.

Sidang lanjutan yang digelar Senin pagi itu, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, dan dihadiri sebanyak 7 orang saksi yang merupakan para ketua kelompok tani (poktan) dari berbagai desa di Kecamatan Tolitoli Utara.

Dimana mereka adalah Musa, Alisan, Rusdi, Majid, Irfan, Usman dan Umar.

Ketika ditanya mengenai keberhasilan program Gernas kakao itu, masing-masing menyampaikan bahwa keberhasilan dari program itu mencapai 75-80 persen. “Kalau kita lihat hasilnya setelah dientris, kakao mengalami peningkatan dan kita perkirakan mencapai 75 persen,” kata Musa, yang dibenarkan ketua Poktan lainnya.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi Gernas Kakao Kabupaten Tolitoli 2013 yakni mengenai program entries atau sambung samping kakao menelan anggaran dari APBN  Kementan tahun 2013 sebesar Rp 11,160 miliar, dan kerugian Negara yang dari praktek korupsi itu diperkirakan mencapai Rp6,675.751,550 miliar. Dengan enam terdakwa yakni Mansur IB Lanta, Conny Katiandhago, Ir Eko, Syamsul Alam, Ir Nawir dan Dinatus. AMR

Harian Mercusuar

View all posts