PALU, MERCUSUAR – Guru adalah agen pembelajaran dalam upaya peningkatan kualitas dan daya saing SDM Sulteng. Hal ini diutarakan Staf Ahli Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, Rusdi Bachtiar Rioeh, saat membuka konferensi kerja PGRI Sulteng masa bakti XXI di Bungku, Kabupaten Morowali, Rabu (9/8/2017). Selain membuka konferensi, Rusdi juga membuka Porseni PGRI dan seminar pendidikan serta meresmikan gedung sekretariat PGRI Morowali.

Saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Longki Djanggola, Rusdi mengharapkan hasil dari kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kolektifitas, mempererat persaudaraan dan silaturahim di dalam internal PGRI.

“PGRI sebagai asosiasi dan organisasi profesi guru kiranya dapat berperan optimal sebagai mitra pemerintah dalam upaya memfasilitasi dan mengadvokasi anggota-anggotanya untuk semakin profesional,” tutur Rusdi.

Dalam sambutan itu, ia meminta pelaksanaan porseni dan seminar pendidikan, dapat mengasah daya cipta, rasa dan karsa para guru sekaligus menyamakan pola pikir dan pola tindakannya dalam menciptakan manajemen pembelajaran yang efektif bagi peserta didik.

“Mampu menyatukan guru-guru se-Sulteng, sebagai muara pelayanan publik di  bidang pendidikan,” ujarnya.

Kegiatan konferensi, porseni dan seminar ini berlangsung selama lima hari, dimulai Selasa (8/8/2017) sampai Sabtu (12/8/2017).

Cabang-cabang olahraga yang ditandingkan, bola voli putra-putri, tenis meja beregu, bulu tangkis beregu dan senam PGRI. Sementara, lomba kesenian, menyanyi solo, paduan suara, melukis, tari daerah, seni baca Alquran dan kreatifitas pembelajaran.

Jumlah peserta pada konferensi kerja mencapai 91 orang, sedangkan porseni diikuti lebih kurang 3000 peserta dari 13 kab/kota se- Sulteng. BOB

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos