PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengapresiasi upaya Polri dalam memerangi pelaku teror di daerah ini, khususnya di Poso. Namun ia berharap Polri akan lebih tegas dalam menangani kasus-kasus terorisme.
“Ke depan saya minta Polri semakin tegas, kalau ada gejala ada oknum yang coba-coba memprovokasi masyarakat, langsung saja bertindak, langsung tangani, panggil dan periksa mereka, jangan dibiarkan,” katanya usai memimpin upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-71 Tahun 2017 di Lapangan Vatulemo, Palu, Senin (10/7).
Kadang-kadang, kata gubernur, pemerintah melalui kepolisian enggan dan tidak mau menindak mereka yang diduga sebagai pelaku-pelaku teror, nanti dituduh melanggar Hak Asasi Manusi (HAM).
“Saya kira tidak perlu takut dengan persoalan HAM sepanjang niat dan tujuan kita adalah dalam rangka menegakkan aturan. Masalah HAM tidak perlu harus dikhawatirkan,” ujarnya.
Gubernur Longki Djanggola menambahkan bahwa sekarang tindakan aparat kadang dibatasi dengan banyaknya tuntutan-tuntutan lain yang seolah-olah tidakan polisi dan pemeritnah melanggar HAM.
“Sebatas apa itu melanggar HAM. Negara adikuasa saja seperti Amerika Serikat yang melakukan pelanggaran HAM berat tidak diapa-apakan. Jadi jangan mendefinisikan pelanggaran HAM hanya untuk kita-kita negara yang sedang berkembang, negara maju tidak berlakukan,” ujarnya.
Terkait penyebaran paham dan tindakan radikalisme, Longki berharap para ulama dan tokoh-tokoh agama lebih intensif memberikan pencerahan-pencerahan ajaran agama kepada masyarakat.
“Di mana-mana saya katakan bahwa ada kelompok-kelompok yang menyalahgunakan pemahaman agama dan dengan mudah mengatakan orang lain ‘thogut’ dan kafir. Mereka merasa paling benar, tapi jangan anda paksakan pemahaman saudara kepada orang lain. Dan orang-orang seperti itu saya tantang,” ujarnya.
Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan terpancing untuk melakukan kegiatan yang menghasut, merusak, dan anarkis karena akan berhadapan dengan aparat keamanan dan penegak hukum.
“Kepada media, tolong bantu pemerintah dan aparat keamanan, karena polisi dan pemda tidak akan mampu menangani sendiri. Kadang-kadang juga media memprovokasi, minta pendapat sana-sini sehingga antarkelompok dipertentangkan, ini tidak baik,” ujarnya.
Sebelumnya Gubernur Sulteng Longki Djanggola yang menggunakan kostum dinas berwarna putih dengan baret TNI menjadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara 2017 di Lapangan Vatulemo yang diikuti ribuan orang dari Polri, TNI, PNS, serta para undangan dari berbagai instansi pemerintah dan ormas, para tokoh agama, masyarakat, politik, dan pengusaha.
Gubernur pada kesempatan itu membacakan amanat tertulis Presiden Joko Widodo yang memberikan apresiasi atas pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.
“Polri telah banyak berperan dan memberikan sumbangsih dalam pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum serta perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kepala Negara, keberhasilan Polri dalam penanganan terorisme, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pengungkapan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik, serta mengamankan berbagai agenda yang bersifat nasional dan internasional telah mendapat apresiasi masyarakat dan dunia internasional.AMR/ANT/IKI

Harian Mercusuar

View all posts