PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, tidak sanggup menahan haru dan sesekali mengusap air matanya. Ia bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan jenazah Kepala Dinas Perhubungan Sulteng, Abdul Haris Renggah di kediaman Jl. Beruang Palu, Selasa (13/2/2018).

Longki menceritakan mengenai mendiang Haris Rengga dalam meniti kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Almarhum pernah menduduki beberapa jabatan strategis di Sulawesi Tengah, di antaranya penjabat Bupati Morowali Utara, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan terakhir Kepala Dishub yang sekaligus menjadi amanah penugasan terakhir dengan pangkat Pembina Utama Madya IV/d.

Haris menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam usia 57 Tahun, 10 bulan akibat sakit pada hari Senin, 12 Februari 2018 pukul 12.00 di Yogjakarta dan meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

Gubernur menyampaikan, Korps Pegawai Negeri Sipil (PNS) Provinsi Sulawesi Tengah, kembali kehilangan salah seorang putra terbaik, khususnya insan perhubungan. Ia meminta untuk ikhlas serta memasrahkan kepergian seorang birokrat perhubungan, pejabat publik terbaiknya untuk kembali ke haribaan Allah SWT, Tuhan Sang Maha Pencipta.

“Walaupun saya percaya bapak dan ibu, saudara-saudaraku sekalian masih sulit menerima kenyataan ini karena didasari perhatian dan kasih sayang yang teramat besar,” katanya.

 

Duka itu, tutur dia, untuk merawat dan menyembuhkan penyakit almarhum, tapi sayangnya hal itu belum cukup untuk menghindarkan almarhum dari jemputan sakratul maut.

 

Longki mengutip firman Allah SWT dalam surat An-Nisa Ayat 78 “Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu walaupun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” demikian,  ketetapan-nya dalam mengatur batas usia dan kontrak hidup hamba – hambanya yang sekaligus pula ikut mengajarkan bahwa manusia tidak pernah jauh dari maut.

 

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, saya menyampaikan rasa duka cita dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Haris Renggah,” ujarnya.

Longki mendoakan, semoga almarhum khusnul khotimah dan kepada keluarga yang ditinggalkan utamanya istri dan anak-anaknya, diberi kemantapan iman dan ketakwaan yang paripurna dalam menerima cobaan ini dengan hati yang lapang dan ikhlas.

 

Ia mengajak jemaah duka untuk hening sejenak mendoakan almarhum. Semoga doa yang dikirimkan dapat menerangi dan memudahkan almarhum di alam kubur.

“Bagi saudara-saudaraku yang muslim mari kita membaca surat al-fatihah.  Al-fatihah,” pinta Longki.

Dalam prosesi persemayaman, Longki menyampaikan apresiasi, kebanggaan dan penghargaan setinggi – tingginya atas kinerja pengabdian almarhum sebagai pejabat publik dalam menjalankan tugas.  Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah duka dan handai taulan, khususnya panitia persemayaman Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah  yang selalu siap sedia untuk mengupacarakan persemayaman sipil sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan terakhir kepada rekan-rekannya aparatur sipil yang meninggal dunia.

“Tiada rumah yang terindah selain kuburan, tiada hiasan yang sempurna kecuali nisan dan tiada pertemuan yang terhormat kecuali perjumpaan dengan Allah SWT. Selamat jalan saudaraku,  Almarhum Haris Renggah,” kata Longki.

Prosesi penyerahan Jenazah Almarhum Haris Renggah dari pihak keluarga diwakili Amdjad Lawasa ke pemerintah untuk bertolak ke Kabupaten Poso. BOB

Harian Mercusuar

View all posts