PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng Longki Djanggola berharap jemaah haji Sulteng tetap mempertahankan predikat haji mabrur, yakni menjadi teladan dan berkontribusi positif dalam menciptakan ketentraman di masyarakat.

“Jangan sampai ada haji provokator, haji lausala,” kata Longki saat menyambut jemaah haji Sulteng yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Balikpapan di Asrama Haji Transit Palu, Jalan Sultan Hasanuddin, Senin (26/9/2016).

Longki menitip pesan agar predikat mabrur dijaga sehingga tidak sampai tercemar dengan perilaku-perilaku yang tidak sesuai norma-norma di masyarakat.

Di sisi lain, Gubernur Longki mengapresiasi angka kematian jemaah haji Sulteng yang tahun ini menurun dibanding musim-musim haji sebelumnya. Menurut gubernur, hal ini menandakan terjadi peningkatan pelayanan dalam sejumlah tahapan rangkaian haji.

“Ini kita harus memberikan terimakasih kepada menteri agama. Tetu kita berharap tahund epan tidak ada meninggal di Tanah Suci,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulteng Abdullah Latopada dalam laporannya selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sulteng tahun 2016 mengatakan menurunnya jumlah jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi adalah buah kerjasama semua pihak.

Diberitakan sebelumnya, tahun ini jemaah haji Sulteng akan menjalani pemeriksaan kesehatan awal di Asrama Haji Transit Palu. Tim kesehatan haji Sulteng bahkan  memeriksa obat-obatan dan keluhan jemaah sebelum diberangkatkan ke Embarkasi Balikpapan.

Mereka yang tidak laik terbang akan mendapat perawatan atau dipulangkan guna menghindari keselamatannya selama perjalanan.

Ketua Kloter 5 BPN Junaidin mengatakan jemaahnya berada di Tanah Suci selama 43 hari.  Data Kemenag RI menyebutkan, sampai Senin kemarin jemaah haji Sulteng yang meninggal dunia di Arab Saudi sebanyak tiga orang. Yakni  Hawang binti Bungku Ilham (59) Kloter  7 BPN,  Lamba bin Umar Mallula (59) Kloter 5 BPN dan Japareng bint Palladeng Palanta (78) Kloter 7 BPN. Jemaah haji Sulteng secara berangsur-angsur pulang ke Palu pada Senin (26/9/2016) untuk Kloter 5, Selasa (27/9/2016) untuk Kloter 6, Kamis (29/9/2016) Kloter 7 dan terakhir Sabtu (1/10) untuk Kloter 8.DAR

Komentar

komentar

Indar Ismail

Lihat semua tulisan