PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengimbau kepada mereka yang sehat untuk mendonorkan darahnya membantu sesama yang membutuhkan bantuan darah di rumah-rumah sakit. Ia khawatir bila stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) kosong, pasien tak tertolong jiwanya.

Hal itu dikemukakan Longki pada pelantikan Dewan Kehormatan dan pengurus PMI Sulteng yang dirangkaikan dengan musyawarah kerja PMI Sulteng di Hotel The Sya Regency, Palu, Kamis (21/12).

Longki punya pengalaman tentang hal itu. Sekali waktu, ia membesuk seseorang di rumah sakit. Pasien itu harus menjalani operasi dan membutuhkan bantuan darah.

“Tetapi darah yang dibutuhkan tidak tersedia di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI. Maka dicarilah 10 orang dan diperiksa sesuai golongan darah yang dibutuhkan untuk ditransfusi,” cerita Longki.

Menurutnya, darah yang dibutuhkan pasien tidak sama dengan obat. Obat bisa dengan mudah diperoleh di apotek sesuai dengan resep dokter, namun darah hanya dapat diperoleh bila orang lain mendonorkan darahnya. Sampai sekarang belum ada ahli yang mampu membuat darah buatan.

“Makanya, pengurus PMI Sulteng yang baru dilantik harus bekerja keras tanpa pamrih. Harus mulai sekarang menggalang komunitas-komunitas  untuk mau mendonorkan darahnya, bukan karena dipaksa tetapi benar-benar karena kemanusiaan,” kata Longki.

Menurutnya, masalah ini harus dibicarakan dengan berbagai pihak. Misalnya, dengan Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako. Kedua institusi itu memiliki banyak anggota yang sangat potensial mendonorkan darahnya untuk membantu sesama.

Gubernur juga mengungkapkan, ia akan memberikan penghargaan kepada mereka yang telah mendonorkan darahnya dengan sukarela sebanyak 75 kali. Bahkan, juga diberi penghargaan kepada pendonor mulai 10 kali, 20 kali, dan seterusnya agar kegiatan ini menjadi gaya hidup.

“Menolong dan menyelamatkan jiwa orang lain luar biasa pahalanya. Selain itu, mendonorkan darah juga menyehatkan tubuh. Ini harus terus dikampanyekan agar menjadi gaya hidup,” kata Longki kepada Mercusuar usai acara pelantikan.

Sementara Direktur UTD PMI Sulteng, dr Abdullah yang juga hadir kepada Mercusuar menyebutkan rata-rata setiap bulannya dibutuhkan 1.200 kantong darah untuk melayani permintaan beberapa rumah sakit yang ada di Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

Untuk memenuhi permintaan itu, pihaknya harus melakukan upaya jemput bola. Misalnya, mobil transfusi darah parkir di kampus-kampus untuk mengajak mahasiswa donor darah.

Menurut dr Abdullah, tahun ini Sulteng diwakili satu orang pendonor sukarela untuk menerima penghargaan Satyalancana Kebangkitan Sosial dari Presiden Joko Widodo, pekan lalu. Pendonor dari TNI Angkatan Laut itu telah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali.MAN

 

Mereka dilatik
Dewan Kehormatan:
Ketua: Irwan Lahace
Anggota: Bartholomeus Tandigala
Anggota: Roni Hasan
Anggota: Anshar
Pengurus PMI Sulteng
Ketua: Hidayat Lamakarate
Wakil Ketua: Amdjad Lawasa
Wakil Ketua: dr Naning Tanda Djanggola
Wakil Ketua: dr Jumriani Yunus
Wakil ketua: Hardi
Wakil Ketua: Astrid Sandagang
Sekretaris: Sudirman
Bendahara: Joko Pranowo

Resti Ananda Putri

View all posts