PALU, MERCUSUAR– Proyek reklamasi Pantai Matano di Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali menuai protes dari Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Morowali Kuswandi.

Pasalnya, kata Kuswandi, proyek yang dikerjakan oleh PT Mitra Bersama Morowali ini semula diketahuinya hanya proyek pembangunan pengaman pantai, ternyata ini proyek menimbun laut (reklamasi) yang peruntukannya belum jelas.
Kuswandi juga menyayangkan keberanian Pemda menabrak UU dengan mengabaikan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan yang baik, hanya untuk kepentingan reklamasi ini.

Hal itu tercantum dalam UU No. 27 tahun 2007 sebagaimana telah dirubah melalui UU No 1 tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Pantai Dan Pulau-Pulau Kecil serta UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Saya melihat proyek ini terlalu dipaksakan dan saya curiga ada kepentingan lain di balik ini semua,” kata Kuswandi melalui rilis yang diterima redaksi, Jumat (19/8/2016).

Ia mengakui, pihaknya juga sudah mengingatkan Balai Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) maupun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Morowali, untuk membuat perencanaan dan analisis dampak lingkungan (Amdal), tapi juga tidak diindahkan.
“Melalui Fraksi NasDem, saya akan melakukan langkah politik dan langkah hukum jika diperlukan terkait  permasalahan ini, “tutup mantan aktivis 98 ini dengan nada kesal.

Untuk diketahui, proyek reklamasi dengan luas 8,9 Ha ini merupakan program Dinas Pekerjaan Umum (PU) dengan nilai proyek Rp 4.620.000.000 yang bersumber dari APBD tahun 2016. */DIN

Komentar

komentar

Abidin Husain

Lihat semua tulisan