POSO, MERCUSUAR – Suku Wana yang berada di dalam hutan Sadame, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah merupakan salah satu suku yang sangat terasing dari perkembangan dunia.
Pada akhir tahun, tepatnya 16 Desember 2017, tim Dakwah FPI dipimpin Ketua DPW FPI Poso, Ustaz Sugianto Kaimudin melakukan perjalanan dakwahnya untuk menemui warga suku tersebut.
Dengan mengirim tiga orang perwakilannya, FPI diterima baik oleh ketua adat setempat yakni Papa Niren.
Perjalanan ke lokasi yang sangat ekstrem dan penuh risiko tidak membuat FPI Poso mengurungkan niatnya untuk mengetahui suku pedalaman Wana.
Ustaz Sugianto bercerita bahwa bermula dari informasi yang disampaikan sahabat-sahabat Hidayatullah bersama pos dainya saat melakukan dakwah di Baturube.

Diceritakan, ada kampung Watu Marando yang  berada di wilayah Tojo Unauna. Warganya belum punya agama dan masih belum mengenal negara Indonesia dan bendera merah putih.
Kemudian Allah SWT memberi kekuatan menuju ke lokasi.

“Kami sangat sedih bahwa bangsa yang begitu besar ini masih ada penduduknya yang tidak tahu ada Negara Indonesia. Begitu banyak orang kaya raya tapi tidak bisa membantu dengan apapun. Mereka (warga Suku Wana) hidup susah di hutan belantara, bertahan dengan nyamuk, berteman dengan binatang buas, dengan rumah-rumah yang sederhana,” ceritanya.
“Di sana kami kibarkan Sang Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka senang, mereka bahagia, dan kepala sukunya langsung angkat tangan dan mengatakan kami siap di-Islam-kan. Allahu Akbar, kemudian Alhamdulillah selama tiga hari datanglah mereka dalam jumlah cukup banyak, 91 orang dan sebagian sudah disyahadatkan,” tuturnya.
Pada Minggu (4/2/2018) sekitar pukul 14.30 Wita di Lapangan Sintuwu Maroso Poso Kota, dilaksanakan kegiatan tablig akbar yang dirangkaikan dengan ikrar syahadat suku pedalaman Wana sebagai pemeluk agama Islam di bawah bimbingan Ketua Umum DPP FPI KH Shobri Lubis.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Poso T Samsuri serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat Poso.
FPI Poso juga memberi bantuan untuk mendirikan bangunan rumah-rumah warga serta pendopo di sana. Selain itu juga mendirikan masjid untuk warga suku Wana yang telah masuk Islam untuk salat berjamaah.

Al Habib Rizieq Shihab memberikan nama kampung itu kampung Hidayah Sadame, dan kemudian masjidnya diberi nama Masjid Jami Hidayah.MAN

 

 

 

 

 

 

Harian Mercusuar

View all posts