PALU, MERCUSUAR – Asisten Administrasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Dr. Ir. B. Elim Somba, M.Sc membuka rakor dan evaluasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Rabu (11/10/2017).

Pamsimas di Sulteng sudah masuk periode ke-3, menjangkau 12 kabupaten dan sebanyak 893 desa yang dilayani. Untuk periode ke-3 akan berlaku sampai Desember 2020.

“Ini sejalan arahan presiden melalui RPJM Nasional untuk melanjutkan Pamsimas dalam mendukung tercapainya target Universal Acses 100-0-100,” beber Elim Somba.

Dikatakan, Target yang dimaksud presiden, lanjutnya adalah 100 persen air minum layak, 0 persen hunian kumuh dan 100 persen sanitasi layak. “Kepada pemerintah kabupaten sangat diharapkan menyukseskan Pamsimas sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya, seraya menambahkan peruntukan program dalam menanggulangi kemiskinan dan penyediaan air bersih yang aman dan sanitasi layak buat masyarakat.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Sulteng, Ir. Saliman Simanjuntak, menuturkan pengendalian dan evaluasi Pamsimas di Sulteng masih rendah. Temuan di lapangan menunjukkan lebih kurang 38,42 persen sarana air bersih yang dibangun tidak berfungsi dan berfungsi sebagian.

Untuk itu, ia mengajak jajaran pelaksana Pamsimas di kabupaten meningkatkan kinerja demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Agar memotivasi, Kadis Saliman akan melombakan pengelola Pamsimas terbaik.

“Nanti (hasilnya) diumumkan saat Hari Bakti PU dan Hari Kesehatan,” singkatnya.

Kegiatan tersebut diikuti lebih kurang 60 orang dari unsur dinas PU kabupaten, tim pelaksana Pamsimas provinsi dan kabupaten serta dari pusat, yakni unsur Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. (HUMAS PEMPROV)

Harian Mercusuar

View all posts