PALU, MERCUSUAR – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Pemerintah Sulteng menggelar sosialisasi  pembinaan, pengawasan, dan pengendalian air tanah di Grand Duta Hotel, Kota Palu, Kamis (23/11/2017).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Kelistrikan Dinas ESDM, Sulistianingsih yang mewakili Kadis Yanmart Nainggolan. Di mana sosialisasi ini mengundang beberapa pihak perusahaan air mineral konvensional yang ada di Kota Palu. Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM, Ali Hamsah, menyebutkan bahwa sosialisasi penggunaan air tanah sangat penting untuk disampaikan, pasalnya penggunaan air tanah yang oleh industry atau perusahaan konvensional di naungi oleh regulasi. Namun tidak bagi masyarakat umum yang diperuntukan bagi rumah tanggah.

“Kita memberikan sosialisasi atau pemahaman kepada masyarakat luas bahwa air tanah ini kita harus kelola sebaik mungkin, supaya masyarakat memanfaatkan air tanah betul – betul bijaksana,” tutur Kabid Ali Hamsah.

Ia mengatakan, masyarakat diberikan pemahaman agar pemanfaatan air tanah, jangan hanya diambil kemudian dibuang. Artinya air tanah harus bermanfaat bagi masyarakat. Contoh kasus adalah pencucian motor, mereka menggunaan pengeboran air untuk mencuci lalu dibuang begitu saja. Makanya, semua pihak, baik perusahaan maupun masyarakat yang mempergunakan air tanah untuk menghasilkan provit akan diberikan pajak, tentu ada klasifikasinya. Nilai pajaknya tidak disama ratakan. Mengacu pada Undang – undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang pengairan, PP Nomor 121 Tahun 2015 tentang pengusahaan sumber daya air, surat edaran Menteri ESDM Nomor 01 E/40/MEM/2015 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan pelayanan di bidang air tanah setelah putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XI/2013, dan keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2011 tentang cekungan air tanah, pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Dinas ESDM akan mengajukan kepada Gubernur untuk mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pemanfaatan air tanah. Saat ini sudah formatnya dan sementara dalam penggodokan. Semua ini dilakukan guna mendukung program visi Gubernur Sulteng, Longki Djanggola untuk mewujudkan Sulteng yang maju, mandiri, dan berdaya saing di sektor ESDM. BOB

Harian Mercusuar

View all posts