SIGI, MERCUSUAR – Sekira 30 orang pendemo yang mengatasnamakan Aliansi Forum Rakyat Sigi Bersatu mendatangi Polres Sigi untuk menyampaikan mendesak penuntasan kasus dugaan ijazah Palsu (Ipal) anggota DPRD Kabupaten (Dekab) Sigi inisial TRK dan BL.

Demikian dikatakan Koordinator Lapangan (Korlap) Demo, Moh Fiyadi, Selasa (16/8/2016). Dalam aksi ini selain menuntut penuntasan dugaan Ipal anleg dan mark up sewa kantor Panwas Sigi.

Katanya, untuk kasus dugaan Ipal anleg TRK sudah pernah dilakukan pada tahun 2013 lalu, namun penyidikannya dihentikan tahun 2015. Dengan demikian kami minta kasusnya dituntaskan.

“TRK sekolah di Kecamatan Palolo, tetapi  ijazahnya Kecamatan Biromaru. Sedangkan BL diduga tidak sempat menamatkan kuliahnya. Kasus dugaan ipal TRK laporannya ke Polres Sigi, sedangkan BL laporannya ke Polres Donggala,” jelasnya.

Kata dia, bagaimana penanganan kasus dugaan mark up sewa kantor Panwas Sigi, yang hingga kini belum tuntas. Padahal kasusnya sudah dalam penyidikan, namun belum ada hasil.

Kami mendorong kepada pihak kepolisian untuk mengusut dan menuntaskan kasus dugaan Ijazah palsu dan mark up sewa kantor Panwas Sigi. Kalau sampai kasus tersebut lambat penanganannya maka kinerja Polisi di pertanyakan, tapi saya percaya aparat kepolisian dapat bekerja maksimal.

Kapolres Sigi AKBP Agung Kurniawan Sik mengatakan bakal tetap melakukan penyidikan kembali dengan memanggil saksi, namun kami mengalami kendala dalam penyidikan kasus dugaan Ipal TRK, karena sebagian atau kepala sekolah sudah banyak meninggal.

Sedangkan kasus dugaan ipal BL laporannya di Polres Donggala, sehingga kasusnya diselesaikan di Polres Donggala. Untuk mark up sewa Kantor Panwas Sigi, namun pihaknya terus mendalami kasus tersebut, mengingat anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sehingga kami harus koordinasi dengan Bawaslu Sulteng dan Bawaslu Pusat. AJI