PALU,MERCUSUAR – Dua perusahaan sawit yang ada di Kabupaten Tolitoli diduga melakukan pelanggaran karena telah merampas lahan milik warga di Desa Kamalu dan Desa Silindou, Kecamatan Ogodeide.

Program Manager Perkumpulan Evegreen Indonsia (PEI) Sulawesi Tengah, Sunardi Katili mengatakan, di kabupaten Tolitoli ada dua perusahaan perkebunan kepala sawit, yaitu PT. Citra Mulya Perkasa (CMP) dan PT. Total Energy Nusantara (TEN) yang mengantongi izin masing – masing seluas 20 ribu Hektare (Ha).

Menurutnya, dalam proses penerbitan izin, kedua perkebunan ini diduga kuat menyalahi ketentuan Undang – Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup dan Permen Pertanian Nomor 98 tahun 2013 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan. Di mana diduga kedua perusahaan tidak memiliki izin tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Kedua perusahaan sawit tersebut hanya mengantongi izin prinsip dari kabupaten Tolitoli, yang konsesinya memasuki kawasan hutan lindung seluas 324,16 Ha untuk PT. CMP dan 2.313,71 Ha untuk PT. TEN,” kata Sunardi saat Konfrensi pers di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Kamis (29/09/2016).

Selain masalah administrasi, Sunardi Katili yang akrab disapa Undeng ini mengungkapkan bahwa, dua perusahaan sawit PT. CMP dan PT. TEN telah merampas dan menguasai lahan milik warga Desa Silondou dan Desa Kamalu yang merupakan wilayah konsesi kedua perusahaan tersebut.

Di desa Kamalu, diduga telah terjadi pengalihan tanah seluas 100 Ha, dimana 80 ha diantaranya telah memiliki SKPT dan rekomendasi kepala desa sejak tahun 1992.

Sebagian besar tanah warga yang telah dikuasai perusahaan menurut Undeng, saat ini dalam kondisi penggusuran, land clearing, penanaman dan pembibitan. Selain itu, terdapat 600 Ha yang memiliki 300 SKPT di Dusun Kumbung dan dusun 4 desa Kumbung yang juga telah dikuasai.

Ditempat yang sama, Alimudin, salah satu anggota kelompok Tani Mangge Kolleng, Desa Kambung mengatakan bahwa masalah penguasaan tanah oleh PT. CMP dan PT. TEN sudah lama terjadi. Bahkan, masyarakat juga telah melaporkan hal ini kepada DPRD Kabupaten Tolitoli, namun tidak mendapatkan respon hingga saat ini, padahal sebelumnya telah dibentuk Panitia Khusus (Pansus) namun tidak ada titik terang.

Pada April 2015, kata dia, warga juga telah melaporkan penguadsaan tanah ini ke pihak berwajib dalam hal ini Polres Tolitoli dengan nomor laporan B171/IV/2015/Reskrim, hal yang sama tidak ada penyelesaiannya.

“Kami warga di Tolitoli mengharapkan kepastian hukum, sebab lahan kami sudah dirampas dan dikuasai oleh dua perusahaan sawit,” ujarnya.TIN

Harian Mercusuar

View all posts