BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Dua terdakwa kasus dugaan kepabeanan dalam berkas terpisah, yakni nahkoda KLM Bunga Madinah Muhammad Amin Bin Andi Lewa (42) dan nahkoda KLM Karya Bersama Muhiddin Bin Jurrudi (54) mengakui perbuatannya akan menyelundupkan rotan.

Rotan yang dimuat KLM Bunga Madinah sekira 135.000 kilogram (kg) di Pelabuhan Donggala dan berdasarkan Surat Persetujuan Berlayar yang diterbitkan Syahbandar Donggala tujuannya ke Semarang, Jawa Tengah (Jateng), ternyata akan diselundupkan ke Tawau Malaysia. Demikian rotan yang dimuat KLM Karya Bersama sekira 158.000 kg di Pelabuhan Donggala dan berdasarkan Surat Persetujuan Berlayar yang diterbitkan Syahbandar Donggala tujuannya ke Gresik, Jateng, juga akan diselundupkan ke Tawau, Malaysia.

“Dibawa ke Tawau (rotan),” kata kedua terdakwa menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim I Made Sukanada SH MH  pada siding dengan agenda pemeriksaan saksi dan pemeriksaan terdakwa, Rabu (10/1/2018).

Bahkan kedua terdakwa juga mengetahui bahwa rotan yang diangkut dan akan dibawah ke Tawau melanggar, serta tidak sesuai isi dokumen masing-masing kapal yakni tujuan Semarang dan Gresik. “Penyelundupan,” kata terdakwa menjawab pertanyaan hakim.

Usai mendengarkan keterangan enam saksi dan kedua terdakwa, yakni Darham Ismail, Hendrik, Anas, Bayu Efendi, H Amrulla serta terdakwa Muhammad Amin dan Muhiddin, majelis hakim menunda sidang satu minggu.

“Tuntutan (agenda sidang selanjutnya). Sidang ditunda Rabu 17 Januari 2018,” tutup I Made Sukanada.

Berdasarkan uraian dalam dakwaan terdakwa Muhammad Amin, KLM Bunga Madinah ditangkap oleh patroli Bea dan Cukai di Perairan Selat Makassar pada posisi 00’-16’-800”U/118’-46’-500”T pada Selasa 8 Agustus 2017 sekira pukul 05.30 Wita.

Sementara dalam dakwaan Muhiddin Bin Jurridi, KLM Karya Bersama ditangkap oleh patroli Bea dan Cukai di Perairan Selat Makassar pada posisi 00’-24’-900”U/118’-46’-500”T pada Selasa 8 AGustus 2017 sekira pukul 03.52 Wita.

Sehingga keduanya didakwa melanggar pasal yang sama, yakni Pasal 102 A huruf a subsider Pasal 102 A huruf e UU Nomor: 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UU Nomor: 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo Pasal 53 KUHP.AGK

 

Resti Ananda Putri

View all posts