PALU, MERCUSUAR – Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DPRD Provinsi Sulteng, memastikan akan menolak tiga nama calon Wakil Gubernur (Wagub) yang diajukan Gubernur Longki Djanggola ke pimpinan DPRD Sulteng, karena melanggar Tata Tertib (Tatib) Pemilihan yang mengharuskan dua nama saja. Tiga nama yang diajukan Gubernur yakni Hidayat Lamakarate, Zainal Daud dan Oskar R. Paudi.

“Panlih memang belum menerima surat pengajuan tiga nama yang diajukan gubernur, karena masih di meja pimpinan dewan. Tapi semua anggota Panlih sudah bersepakat akan menolak dan mengembalikan tiga nama itu ke Gubernur,” ujar Sekretaris Panlih DPRD Sulteng, Erwin Lamporo di ruang kerjanya, Rabu (31/5/2017).

Dikatakan, dalam undang – undang Nomor 10 tahun 2016 yang menjadi dasar penetapan Tatib pemilihan Wagub di DPRD Sulteng, pada pasal 176 ayat 2 sangat jelas disebutkan, Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung mengusulkan 2 (dua) orang calon Wakil Gubernur untuk dipilih dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Dengan demikian, tiga nama yang diajukan Gubernur sudah melanggar ketentuan undang – undang dan Tatib yang telah ditetapkan.

“Jika tiga nama yang diajukan Gubernur tetap dibahas, maka Panlih dan DPRD Sulteng juga telah melanggar ketentuan Undang – Undang. Karena itulah, semua anggota Panlih bersepakat untuk menolak membahas tiga nama calon Wagub dan mengembalikannya kepada Gubernur,” terang politisi Hanura ini.

Hal senada juga dikemukakan Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharam Nurdin. Menurutnya, Panlih tidak memiliki dasar untuk membahas tiga nama yang diajukan Gubernur, sebab dalam aturan undang – undang sangat jelas menyebutkan dua nama saja.

“Kalau saya mengusulkan, sebaiknya Gubernur dan Partai Politik pengusung melakukan musyawarah kembali untuk menentukan dua nama. Bagi saya, tidak ada yang tidak bisa dimusyawarahkan. Semuanya tergantung komunikasi saja,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara Ketua DPRD Sulteng, Prof (Em) Aminuddin Ponulele yang dikonfirmasi terkait keberadaan surat Gubernur tentang pengajuan tiga nama Calon Wagub, membenarkan bahwa surat itu sudah dia terima.

“Iya benar surat Gubernur sudah ada, tapi masih kita pending pembahasannya karena tidak sesuai ketentuan undang – undang,” ujar Prof Aminuddin saat dicegat di tangga Gedung DPRD Sulteng, Rabu (31/5/2017).

Dikatakan, dalam waktu dekat DPRD Sulteng akan menyurat ke Gubernur yang isinya meminta agar Gubernur dan Partai Pengusung mengajukan dua nama saja sesuai ketentuan undang – undang nomor 10 tahun 2016.

“Nanti kita surati Gubernur meminta agar mengajukan dua nama sesuai ketentuan undang – undang,” katanya sembari meninggalkan wartawan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini di Gedung DPRD Sulteng, pada Jumat hari ini, setelah paripurna Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulteng, Panlih akan menggelar rapat guna mengembalikan tiga nama yang diajukan kepada Gubernur. FUL

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan