DONGGALA, MERCUSUAR – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan panggil pihak Dirjen Sumberdaya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III.

Pemanggilan kedua pihak itu buntut terjadinya dugaan gagal konstruksi pada proyek Sambungan Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala). Pasalnya proyek itu hingga kini tidak bermanfaat.

“Saya akan panggil dulu Kepala BWSS III untuk dimintai keterangan terkait dengan masalah itu, karena secara tekhnis yang tahu adalah Dirjen SDA (Kementrian PUPR)/Kepala Balai Sungai SDA Sulteng,” kata Anggota DPR-RI Muhidin Mohamad Said kepada Mercusuar Selasa (5/2/2018).

Proyek SPAM itu dibangun mengunakan ABPD Sulteng dan APBN 2009 hingga 2015, berdasarkan kesepakatan Pemerintah Pusat dan Sulteng, harusnya beroperasi tahun 2016. Fakta dilapangan hingga 2018 tidak ada manfaat dan fungsinya.

Bahkan dilapangan ditemukan beberapa spot pipa proyek SPAM Pasigala tersebut pecah dan keluar dari dalam tanah, tentu saja ini mengindikasikan gagal konstruksi.

“Justru itu saya mau panggil Dirjen bersama Kepala Balai supaya kita ketahuipermasalahannya, agar bermanfaat bagi masyarakat Sulteng,” tambah Politisi Golkar dari Sulteng itu.

Sementara itu Polda Sulawesi Tengah melalui Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) telah membuat surat perintah penyelidikan terkait proyek raksasa ini.

“Saya langsung buat Surat Perintah Penyelidikan, enggak pakai lama,” kata Kasubdit Tipikor Polda Sulteng AKBP Teddy D Salawati ditemui Mercusuar di ruangannya Senin (5/2/2018).

AKBP Teddy mengatakan, pihaknya akan turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan proyek terbesar sepanjang sejarah di Sulawesi Tengah itu.

“Kita akan cek ke lokasi,” tambah Teddy.

Ia mengatakan memang banyak proyek capai ratusan miliar nilaina, namun tidak sebesar proyek regional Pasigala yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III.

Lebih kurang setengah triliun rupiah anggaran yang terserap di proyek pembangunan SPAM Pasigala tersebut, namun belum dapat dinikmati hasilnya. Padahal, berdasar perjanjian kerjasama pusat dan Provinsi, tahun 2016 proyek tersebut telah dapat difungsikan.

“Untuk satu paket ini yang paling besar. Banyak si yang miliaran, tapikan pecah kemana-kemana. Kita baca celaka itu,” tambah AKBP Teddy.

Pusat SPAM Pasigala terletak di Desa Uloboju, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng.

Sebelumnya diberitaka, Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD) Sulteng mempertanyakan belum beroperasinya Proyek SPAM  Regional Pasigala dikerjakan tahun 2009 silam.

“Kami meragukan hasil pekerjaan Proyek Pembangunan Infrastruktur Jaringan Air Pasigala yang dikelola BWSS III,” kata Ketua FPPD Sulawesi Tengah Eko Arianto di Palu, Minggu (4/2/2018).TUR

 

Harian Mercusuar

View all posts