PALU, MERCUSUAR –   SSb Nupabomba dan Donggala Utama sudah sama-sama lolos keputaran selanjutnya pasca mundurnya  satu tim di grup G, Inovasi Tompe sebelum dimulainya turnamen Erwin Lamporo Cup II U-17.

Kendati demikian laga yang digelar di lapangan Labuan Beru Selasa (9/1/2018) petang, SSb Nupabomba dan Donggala Utama  menampilkan permainan menarik sejak wasit Ansyaril memimpin laga kedua tim.

Laga babak pertama  sejatinya berjalan berimbang, namun SSb Nupabomba lebih efektif dalam melakukan tekanan  dari lini tengah hingga memasuki   seperempat  daerah pertahanan Donggala Utama yang dijaga Aidil, Afrizal, Syahril dan Figo.

Namun sebuah counter attack   Donggala Utama lewat kreasi serangan Muhammad Rifal menghasilkan gol pertama saat Setiawan yang tak terkawal berlari sendiri mengecoh gerakan kipper Farhan yang berusaha menutip ruang tembak Setiawan.

Gol di menit ke -11 tersebut membuat Donggala Utama yang ditangani coach Firdaus Kindo Lamarauna percaya diri  untuk mencetak gol selanjutnya. Tapi, strategi  coach Salinring  yang memaksimalkan  serangan dari kedua  sisi sayap menghasilkan petaka ketika pemain tengah Nupabomba Diki Gunawan di cegat bek sayap kanan Aidil dalam kotak pinalti.  Akhirnya sepakan pinalti center back Pendris yang berbuag gol di menit ke-42 memaksa kedua tim mengakhiri laga di angka 1-1.

Usai laga, Salinring  menyebut  pemainnya gagal mempertahanka ritme permainan  sehingga di babak kedua  timnya berada dalam tekanan Donggala Utama.

“Kita unggul dalam penguasaan bola maupun  peluang mencetak gol di babak pertama, tapi di babak  kedua keadaanya berbalik. Saya kira itu pengaruh stamina yang  terkuras sehingga anak-anak sudah tidak bisa lagi berbuat maksimal,” terang Salinring.

Sementara  itu coach Donggala Utama Firdaus Kindo mengaku  tak habis pikir dengan kemampuan pemain depannya yang banyak membuang kesempatan mencetak gol khususnya di babak kedua.

“Saya tidak habis pikir bagaimana bisa anak-anak  gagal mencetak gol yang peluangnya sudah sangat terbuka di depan gawang. Mereka tidak tenang bahkan seperti ingin cepat-cepat mencetak gol yang akhirnya  hilang begitu saja peluang,” ujar Firdaus Kindo.  CLG

 

Resti Ananda Putri

View all posts