TANAMODINDI, MERCUSUAR- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM/PTSP) Kota Palu, Rahmat Kawaroe menargetkan pelayanan perizinan online sudah dapat direalisasikan pada 2018 mendatang, mengingat biaya membangun sistemnya sangat mahal.

Meskipun demikian, dengan adanya system tersebut, masyarakat dari dearah manapun dapat dengan mudah mengurus segala izin dan investasinya, sehingga tidak lagi dilakukan secara offline, kecuali membawa berkas dan bukti pembayarannya.

“Kita menginginkan pelayan perizinan tidak lagi terfokus dikantor DPMPTSP namun dapat diakses dimanapun dan kapan pun selama 24 jam, hanya saja saat ini sistem yang belum menunjang. Saat ini kita menggunakan system di internal, artinya tetap dilakukan manual antara SKPD teknis dengan perizinan,” ujarnya, Senin (30/1/2017).

Dia berharap, dengan CSR dari perusahan untuk membiayai, sehingga jika ada urusan perpanjangan izin dapat dilakukan dalam system tersebut, namun untuk sekrang ini belum dapat dilakukan, karena belum ada linknya.

Rahmat juga menjelaskan hanya ada empat perizinan yang masih dikenakan biaya, selebihnya izin lainya tidak dikenakan biaya, seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB)  dan izin minuman perdagangan Alkohol.

Rahmat  yakin, dengan pelayanan sistem online yang mudah diakses seluruh masyarakat ini, akan dapat membantu pencapaian target peningkatan target PAD dari izin HO.

“Sistem online bisa lebih menghemat waktu, hemat biaya, masyarakat tidak perlu repot-repot lagi datang ke BPMPT yang lokasinya jauh,” katanya.ABS

Harian Mercusuar

View all posts