PARMOUT,MERCUSUAR- Hingga saat ini tingkat disipli Aparatur Sipil Negara(ASN) yang ada di kabupaten Parmout cukup memprihatinkan. Hal itu diungkapkan Plt. Sekab Parmout Abd. Radjab Pokay, dalam sambutannya pada upacara gabungan 17 bulan berjalan.

Bahkan dalam penyampaian pihaknya akan memberikan  ketegasan dalam hal kedisiplinan pegawai Negeri sipil yang masih memperihatinkan itu. apa lagi kata dia, reformasi birokrasi yang berjalan saat ini  diarahkan pada peningkatan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dan pengelolaan pemerintahan yang berbasis kinerja.

Yakni memenuhi kebutuhan penataan dan penguatan kelembagaan dalam semangat membangun Aparatur Sipil Negara yang Lebih Profesional, Berkinerja Tinggi, Disiplin Dan Beretika.

Untuk itu saat ini Pemerintah Telah Menyusun Strategi Reformasi Birokrasi Dengan Menyasar Pada Tiga Aspek Yaitu Terwujudnya Pemerintahan Yang Bersih Dan Bebas Kkn, Meningkatnya Kapasitas Dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi, Serta Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik.

Strategi tersebut telah ditetapkan, yaitu melalui undang-undang aparatur sipil negara (ASN), undang-undang administrasi pemerintahan, dan sembilan program percepatan reformasi birokrasi.

Diantaranya Penataan struktur birokrasi, Penataan jumlah, distribusi dan kualitas pns,Sistem seleksi dan promosi secara terbuka, Profesionalisasi PNS, Pengembangan sistem elektronik pemerintah (e-government).

“Karena itu, pengukuran kinerja menjadi sangat penting, karena tanpa ukuran kinerja, sesungguhnya kita tidak tahu dimana kita berada dan apa yang telah dihasilkan. Hanya dengan pengukuran kinerja kita akan tahu, apakah kita berhasil atau gagal, sehingga melalui pengukuran kinerja tersebut, akan menjadi dasar dalam melakukan perbaikan-perbaikan selanjutnya untuk masa mendatang,” jelasnya.

Olehnya itu pihaknya berharap sebagai Aparatur Pemerintah Di Daerah Agar Terus Meningkatkan Semangat Kerja Dan Tanggung-Jawab Terhadap Tugas-Tugas Yang Telah Diberikan.

“Dan saya juga meminta seluruh pimpinan skpd atau pejabat yang menangani kepegawaian agar lebih agresif mengurusi soal disiplin pegawai. Disiplin  pns kita  masih sangat lemah,” akunya.

Indikatornya  sangat  jelas   terlihat  dari masih  tingginya jumlah pns dan pegawai tidak tetap yang tidak mengikuti apel  pagi  dan sore.

Bahkan kata dia  ada skpd yang tidak melaksanakan apel samasekali. Bekerja  tidak  sesuai  dengan  jam kerja yang telah  ditentukan.  Masih  banyak pegawai yang tidak  masuk   kerja   tanpa   alasan    yang   jelas.

 

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya tekankan kepada seluruh pimpinan skpd juga yang baru saja dilantik , untuk tetap menegakkan  Peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri  sipil. pimpinan skpd harus berani mengambil sikap ketegasannya untuk  menjatuhkan sanksi kepada pegawai yang masi indisipliner tersebut.” Tegasnya.

Pada upacara tersebut juga secara simbolis  menyerahkan bantuan santunan jaminan kematian kepada kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten parigi moutong I Wayan Sariana yang diperuntukan kepada salah satu honorer didinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten parigi moutong sebesar Rp 24 juta rupiah dari kantor BPJS ketenagakerjaan parigi moutong untuk saudari atas nama defrina.

Dalam penyerahan tersebut juga didampingi langsung oleh kepala kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Mansur, serta kepala Dinas Perhubungan Zulfinachri Ahmad, SSTP, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi.  TIA

 

Komentar

komentar