KAMONJI, MERCUSUAR –  Pihak sekolah telah menyelesaikan secara kekeluargaan kasus penganiayaan yang dilakukan pegawai sekolah terhadap siswa. Kasus tersebut dilaporkan terjadi di SMP Negeri 3 Palu, Sabtu (27/1/2018).

“Awal mulanya kemarin siswa itu mengucapkan kata-kata tidak baik  disamping security sehingga dengan spontan security kami emosi. Ketika siswa itu dia panggil lari, namun setelah dicek, siswa ini ada di kelas maka dipanggillah. Ketika dipanggil, security kami ada dalam keadaan emosi, sehingga sedikit ada kekerasan yang terjadi seperti shock terapy,” jelas Kepala SMPN 3 Palu, Wiji Slamat, Senin (29/1/2017).

Akibat kejadian itu, orang tua siswa tersebut datang ke sekolah. “Tetapi kami sudah selesaikan secara kekeluargaan, sehingga tidak ada lagi masalah apa-apa. Security sekolah kami juga telah meminta maaf kepada keluarga siswa itu, kemudian pihak keluarga juga sudah memaafkan,” katanya.

Wiji mengaku sebagai penanggung jawab sekolah pihaknya telah menegaskan kembali kepada seluruh guru dan tenaga lainnya, bahwa sekolahnya menolak segala bentuk kekerasan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Ansyar Sutiadi meminta kepada kepala sekolah agar mengingatkan seluruh pegawai sekolah agar tidak melakukan kekerasan terhadap siswa.  Begitu pun siswa harus berbudaya dan beradat.  “Maka inilah yang kami sementara tanamkan nilai-nilai budaya dan adat serta iman dan taqwa, sehingga kita tidak sembarangan mengeluarkan kata-kata, karena ini persoalan kata-kata yang tidak pantas saja,” katanya. Kepala sekolah juga diimbau mendorong guru-guru untuk memantau  keberadaan siswanya pada jam belajar. UTM

 

Harian Mercusuar

View all posts