POSO, MERCUSUAR – Meski waktu pemenuhan target PAD dalam tahun 2017 masih tersisa tiga bulan lagi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Poso telah memenuhi pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) 100 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp77,810 juta.

Bahkan Kadisdikbud Poso, Yus Madoli menyatakan, baru Disdikbud Poso satu satunya OPD yang sudah mencapai target PAD sejauh ini.

“Baru kami OPD yang sudah 100 persen bisa memenuhi target PAD sampai hari ini,” jelasnya Kamis (12/10/2017) kemarin.

Objek PAD yang menjadi target pendapatan dinas tersebut, meliputi tiga aspek, yakni pendapatan dari pungutan rumah dinas guru, rumah dinas kepala sekolah serta rumah dinas penjaga sekolah.

“Tiga objek itu merupakan sektor pendapatan DIkbud dan sudah terpenuhi 100 persen,” kata Yus Madoli.

Ia mengatakan, memang dalam perubahan APBD tahun 2017, terjadi penurunan PAD Disdikbud Poso dari Rp100 juta menjadi Rp77,810 juta. Hal itu disebabkan karena saat ini banyak rumah dinas guru, kepala sekolah dan penjaga sekolah yang sudah tidak layak huni karena kondisinya yang memprihatinkan.

“Sebagian masih ada yang ditinggali para guru, sebagian pula ada yang ditinggali warga yang sekaligus bertugas merawat rumah tersebut,” ujarnya.

Ironisnya kata dia, tidak sedikit bangunan rumah dinas yang sudah rubuh bahkan tinggal pondasinya saja.

Diakui Yus, sejauh ini pemerintah terus mengupayakan agar memperoleh anggaran perbaikan bagi rumah dinas guru, kepala sekolah dan penjaga sekolah tersebut, guna mendukung peningkatan kualitas mutu pendidikan di daerah ini.

“Kita berharap setiap tahun minimal ada 10 rumah dinas guru yang dianggarkan untuk perbaikan,” harapnya.

Meski begitu Disdikbud Poso juga kata Yus, tengah berjuang dan berupaya untuk memperoleh anggaran dari Kementerian untuk renovasi rumah dinas tersebut, agar tidak terlalu membebani DAU Kabupaten Poso. ULY

Harian Mercusuar

View all posts